Kandidat Rais Aam PBNU, Ada 2 Figur Besar
Imam Jazuli-screnshot-
Sementara kandidat kuat lainnya adalah Prof Dr KH Said Aqiel Siraj MA, yang memiliki beberapa alasan potensial untuk menjadi Rais Aam PBNU, antara lain: Beliau pernah memimpin PBNU sebagai Ketua Umum selama dua periode (2010-2021), serta memberikan pemahaman yang komprehensif pada struktur organisasi dan dinamika internal NU.
Selain itu, posisinya sebagai tokoh sentral NU selama bertahun-tahun membangun jaringan yang kuat di tingkat nasional maupun internasional. Beliau juga, memiliki latar belakang pendidikan tinggi (doktor dari Universitas Umm Al-Quran, Arab Saudi) dan keilmuan Islam yang luas.
Lalu, selama kepemimpinannya, beliau dikenal memiliki terobosan dalam memajukan NU, antara lain fokus pada pengkaderan dan kemandirian finansial organisasi. Dan, yang paling penting adalah adanya dukungan Kiai sepuh: Sebab selama ini Kiai Said termasuk sering silaturahmi ke pengasuh pondok-pondok pesatren, terutama ke pengasuh kiai sepuh.
Perlu diingat, biasanya keputusan Kiai Said untuk maju dalam kontestasi sebelumnya seringkali didasari oleh permintaan atau dukungan dari kiai-kiai sepuh dan pengurus wilayah. Penting juga dicatat bahwa pemilihan Rais Aam PBNU melibatkan mekanisme internal yang disebut Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa), di mana sembilan ulama sepuh yang terpilih akan bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam. Wallahu'alam bishawab.(KH Imam Jazuli Lc., MA./pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon)