Baca Koran babelpos Online - Babelpos

FIFA Resmikan Kompetisi Tandingan AFF, MAFIA AFF Diberantas!

Presiden FIFA.-screnshot-

MAFIA AFF diberantas, FIFA luncurkan kompetisi tandingan Piala AFF. Timnas Indonesia U-23 ketiban untung tak terduga di SEA Games 2025.

-------------

UPDATE diaspora Justin Hubner solid. Ragnar Oratmangoen minim menit bermain. Aksi gila Kevin Diks berujung pembelaan fans Borussia Mönchengladbach.

Sementara, perjuangan pemain diaspora di Eropa terus berjalan dengan dinamika yang naik turun, menjadi pengingat betapa kerasnya persaingan di level tertinggi.  Akhir pekan kemarin, nasib kontras dialami oleh dua pilar penting skuad Garuda, Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen.

Justin Hubner tampil sebagai pengganti ketika Fortuna Sittard dikalahkan FC Groningen 1-2 dalam pekan ke-10 Eredivisie di Offermans Joosten Stadion.  Meski menelan kekalahan, Justin Hubner mencatat 65 persen akurasi umpan, tiga tekel, satu blok, enam sapuan, dan tiga kali menang duel.

Dikutip dari Footmap, jebolan akademi Wolves tersebut mendapatkan rating 6,8 bersama Fortuna Sittard.  Pada musim ini total Justin Hubner enam kali bertanding dengan perolehan tiga kartu kuning selama 328 menit.

Sementara itu, nasib yang kurang beruntung justru dialami oleh Ragnar Oratmangoen.  Penyerang skuad Garuda ini harus bersabar lebih lama untuk bisa mendapatkan menit bermain yang signifikan.

Dalam laga terakhir bersama klubnya, Ragnar Oratmangoen baru dimasukkan oleh pelatih pada menit ke-90 saat pertandingan sudah akan berakhir.  Timnya pun harus puas dengan hasil imbang. Situasi minim menit bermain yang dialami Ragnar ini tentu menjadi sebuah kekhawatiran kecil.

Namun inilah realita dari sepak bola profesional di Eropa. Persaingan untuk memperebutkan tempat utama sangatlah ketat dan setiap pemain harus terus bekerja keras dalam setiap sesi latihan untuk bisa merebut kepercayaan pelatih.

Meskipun hasil akhir pekan ini tidak sepenuhnya manis, pengalaman yang mereka dapatkan dengan terus berada di lingkungan yang kompetitif tetap menjadi modal yang sangat berharga bagi perkembangan mereka dan bagi kekuatan Timnas Indonesia di masa depan.

Berbeda dengan Justin Hubner dan Ragnar Oratmangoen, Kevin Diks justru mengundang jejak kagum bagi pecinta sepak bola Tanah Air.

Tak tanggung-tanggung, Kevin Diks yang menjadi aktor utama dalam sebuah laga besar saat klubnya Borussia Mönchengladbach berhadapan dengan raksasa Jerman Bayern Munich.  Penampilannya yang luar biasa heroik ini tidak hanya menjadi sorotan utama tetapi juga sampai membuatnya mendapatkan pembilaan massal dari para suporter garis keras klubnya.

Aksi gila pertama dari Kevin Diks terjadi di lini pertahanan. Dalam sebuah momen krusial saat gawangnya sudah kosong melompong dan penyerang Bayern Munich tinggal menceploskan bola.

Dia datang dari belakang dan melakukan sebuah blok spektakuler di garis gawang menyelamatkan timnya dari kebobolan.  Namun aksinya tidak berhenti di situ, di babak kedua ia melakukan sebuah penetrasi brilian ke dalam kotak penalti lawan yang membuatnya harus dijatuhkan dan berbuah hadiah penalti untuk timnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan