Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Debat Dalam Pilkada Pangkalpinang: Perjelas Program Para Paslon

Ilustrasi-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Direktur Elekta Research Center Uniper, Divo Dharma Silalahi, Ph.D, mengatakan, debat publik masih menjadi salah satu tolok ukur penting bagi masyarakat dalam menilai kualitas calon kepala daerah.  Termasuk untuk Pilkada Pangkalpinang.

“Debat memberikan ruang bagi kandidat untuk menyampaikan programnya secara langsung dan menguji kemampuan mereka merespons isu publik. Fakta bahwa lebih dari separuh responden merasa lebih yakin setelah debat menunjukkan peran penting forum ini dalam membentuk opini pemilih,” ujarnya.

Debat pertama juga terbukti memiliki dampak terhadap tingkat keyakinan pemilih. Sebanyak 55,93 persen responden menyatakan menjadi lebih yakin terhadap pilihan mereka setelah menonton debat, 30,51 persen menyatakan debat tidak memengaruhi pilihannya, dan 13,56 persen justru merasa kurang yakin dengan pilihan sebelumnya.

Lima topik yang dianggap paling dikuasai oleh para calon, berdasarkan persepsi responden, meliputi lapangan kerja, ekonomi dan investasi, pendidikan, tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, serta kesehatan. Topik-topik ini dinilai paling kuat penyampaiannya oleh para kandidat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Dari sisi persepsi umum, 50,85 persen responden menilai debat calon kepala daerah sangat penting dalam memengaruhi keputusan memilih, sedangkan 44,07 persen menilai debat cukup penting.

Pilkada ulang Kota Pangkalpinang digelar setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi yang memerintahkan pemungutan suara diulang di sejumlah TPS. Debat publik yang diselenggarakan KPU menjadi salah satu rangkaian penting tahapan kampanye, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada para calon untuk menyampaikan program dan gagasan mereka secara terbuka kepada masyarakat.

Dengan debat diharapkan semakin memperjelas perbedaan visi dan program para pasangan calon, sekaligus memberikan ruang bagi pemilih untuk menilai kompetensi dan integritas kandidat sebelum hari pemungutan suara.

Survei ini dilakukan oleh Elekta Research Center Universitas Pertiba (Uniper) pada 9–12 Agustus 2025, tepat sehari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang menggelar debat pertama pada 8 Agustus 2025. Tujuannya adalah memotret persepsi publik terhadap kualitas debat, topik yang dibahas, serta pengaruhnya terhadap preferensi politik warga.

 

Respon Responden

Sebanyak 412 responden terlibat dalam survei ini, yang terdistribusi proporsional di seluruh kelurahan Kota Pangkalpinang. Survei menggunakan metode invitation-based online survey, yaitu survei daring yang hanya dapat diakses oleh responden undangan melalui nomor telepon seluler terdaftar dari survei sebelumnya. Metode ini dipilih untuk memastikan keterwakilan responden sekaligus menjaga validitas data. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 4,82 persen.

Tingkat Partisipasi Menonton Debat dan Penilaian Kemampuan Komunikasi Paslon

Hasil survei menunjukkan, 54,23 persen warga mengikuti jalannya debat, dengan rincian 35,59 persen menonton secara penuh dan 18,64 persen menonton sebagian. Sementara itu, 45,77 persen tidak menonton langsung, namun 33,05 persen di antaranya tetap mendapatkan informasi mengenai isi debat dari keluarga atau teman. Adapun 12,71 persen responden mengaku sama sekali tidak mendapatkan informasi tentang jalannya debat.

Secara umum, 63,56 persen responden menilai kemampuan komunikasi seluruh pasangan calon tergolong cukup baik. Sebanyak 27,97 persen menilai sudah sangat baik, sementara 8,48 persen menilai belum baik. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas publik mengapresiasi kemampuan kandidat dalam menyampaikan visi, misi, serta argumentasi selama debat berlangsung.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan