2 Desa Wisata Babel Tembus Destinasi Kelas Dunia
2 Desa Wisata Babel Tembus Destinasi Kelas Dunia.-Tim-
Ketiga, mengidentifikasi potensi ekonomi lokal, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif yang bisa tumbuh dari ekosistem desa wisata. Keempat, menetapkan standar minimal yang wajib dipenuhi setiap desa wisata agar bisa memberi jaminan kualitas bagi wisatawan.
“Kami percaya dengan standar yang jelas, kita dapat memberikan jaminan kualitas kepada wisatawan dan membangun kepercayaan investor,” tegas Rahayu.
Optimisme Menghadapi Tantangan
Di tengah tren pariwisata global yang penuh tantangan, Rahayu menilai Bangka Belitung, Negeri Serumpun Sebalai memiliki optimisme besar untuk terus berkembang. Dalam kunjungannya, ia bersama tim DPR RI mengunjungi langsung Desa Wisata Namang, Desa Wisata Tari Rebo, dan Desa Wisata Batu Belubang.
Ketiga desa tersebut dinilai sebagai representasi ekosistem pariwisata yang berhasil menunjukkan potensi global.
Masyarakat setempat dinilai mampu menjaga tradisi dan kearifan lokal, sekaligus menghadirkan inovasi agar wisatawan mendapatkan pengalaman berkesan.
“Kami ingin mendapatkan informasi langsung dari desa-desa wisata di Babel yang terbukti sukses dalam menembus pasar pariwisata nasional dan internasional,” kata Rahayu.
Desa Wisata Babel Menuju Dunia
Keseriusan DPR RI untuk mendorong desa wisata Babel menjadi destinasi kelas dunia selaras dengan arah pembangunan pariwisata nasional. Desa wisata dipandang bukan hanya sebagai magnet wisata, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
Desa Wisata Keciput dengan panorama pantainya yang menawan serta Desa Wisata Burong Mandi dengan kearifan budaya lokal telah menjadi contoh nyata bahwa Babel mampu bersaing di tingkat internasional. Kehadiran desa wisata juga menghidupkan UMKM, kuliner lokal, hingga ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Dengan dukungan regulasi, standardisasi, serta promosi yang tepat, desa wisata di Babel diyakini bisa menjadi destinasi global yang tidak hanya memperkuat pariwisata daerah, tetapi juga menyumbang devisa bagi negara.
Rahayu menutup kunjungannya dengan optimisme bahwa Babel akan semakin diperhitungkan. “Kami datang dengan penuh optimisme. Desa wisata di Bangka Belitung adalah contoh bahwa pariwisata berbasis masyarakat dapat tumbuh menjadi potensi global,” tandasnya. (be)