Di sisi lain, Pemkab mulai mengarahkan belanja yang bersifat investatif, terutama dalam pengembangan objek wisata dan infrastruktur pendukung untuk mendorong peningkatan PAD secara berkelanjutan.
"Keberadaan objek wisata yang potensial akan kita benahi dan bangun. Ini bagian dari upaya meningkatkan daya tarik daerah sekaligus mendongkrak pendapatan," jelasnya.
Fery Insani memaparkan, target PAD tahun 2025 lalu sejumlah Rp250 miliar. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi Rp270 hingga Rp280 miliar pada 2026, dan diharapkan mampu menembus Rp300 miliar pada 2027.
Kenaikan itu, menurut Fery, cukup signifikan sehingga membutuhkan strategi matang tanpa membebani masyarakat.
"Saya tidak menaikkan tarif. Yang kita lakukan adalah merapikan sistem, terutama di pasar dan sektor retribusi lainnya," paparnya.
Pemkab juga menargetkan tambahan sekitar Rp30 miliar dari sektor retribusi dengan rata-rata kontribusi mencapai 30 persen. Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah berencana melakukan revitalisasi pasar pada tahun depan.