“Pelaksanaan tugas Polri membutuhkan dukungan banyak pihak. Media menjadi mitra penting dalam menyosialisasikan program, kebijakan, dan menjembatani komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat,” ujar Viktor.
Kapolda Babel juga mengingatkan adanya tantangan serius berupa disinformasi, hoaks, serta pemberitaan yang belum terverifikasi. Menurutnya, informasi yang keliru dapat berdampak luas, mulai dari menimbulkan keresahan sosial hingga merusak kepercayaan publik terhadap sebuah institusi.
Viktor menyebut, kepercayaan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dan tidak mudah dibangun. Karena itu, semua pihak perlu berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu hukum, keamanan, dan ketertiban masyarakat.
“Satu berita negatif dapat merusak reputasi yang dibangun bertahun-tahun, dan untuk memulihkannya membutuhkan waktu yang lama. Kepercayaan publik itu sangat mahal,” katanya.
Ia menambahkan, profesionalisme pers dan keterbukaan informasi dari institusi kepolisian harus terus diperkuat. Dengan demikian, informasi yang diterima masyarakat dapat lebih akurat, berimbang, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Melalui seminar dan dialog publik tersebut, Viktor berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan media di Bangka Belitung semakin kuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, mencegah penyebaran hoaks, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.(pas)