Proyek Sang Videografer

Proyek Sang Videografer

Jumat 17 Apr 2026 - 17:30 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

*****

 

Enam bulan kemudian suatu pemandangan yang kontras terlihat di rumah Aswal. Rumah itu Sekarang tampak sunyi, tidak ada lagi kegembiraan, tidak ada percakapan atau mungkin perdebatan antara anak dan orang tuanya. Tidak ada lagi omelan seorang ibu terhadap anaknya. 

 

Jika dulu di meja kerja Aswal dipenuhi oleh tumpukan kertas yang cukup mengganggu pemandangan. Sekarang meja itu tampak rapi, tumpukan kertas tersusun dengan rapi bahkan presisi. 

 

Sekarang tidak ada pelukan sang anak kepada orang tuanya, tidak ada segelas kopi yang nangkring di meja kerja Aswal. Semenjak Aswal dinyatakan bersalah terhadap proyek yang digarapnya semua terasa tidak ada kehidupan di rumah itu. Aswal sudah dinyatakan bersalah oleh pihak berwajib, karena dianggap sudah mempermainkan anggaran dalam proyek yang diajukannya. Ia dianggap sudah membuat anggaran yang melebihi dari sewajarnya. Sehingga ia dianggap melakukan korupsi.

 

Sakit rasa hati orang tua Aswal, di saat anaknya dinyatakan korupsi waktu itu. Yang lebih menyakitkan lagi karena pihak berwajib menganggap ide yang ditawarkan oleh anaknya itu dianggap nol sehingga tidak layak untuk dihargai. Sebab itulah proposal yang awalnya sudah disetujui oleh pihak desa kembali dianulir. Yang parahnya Aswal sudah membelanjakan seluruh dana yang dicairkan untuk menyukseskan proyeknya.

 

Sudah hampir empat bulan Aswal mendiami rutan. Orang tua Aswal tentu tidak menyangka sama sekali jika proyek pembuatan profil desa itu menyeret anaknya ke jeruji besi. Yang paling menyakitkan bagi orang tua Aswal adalah adanya pernyataan dari aparat penegak hukum yang tidak berempati sama sekali terhadap profesi yang digeluti anaknya. Bahkan ada yang menyebut profesi Aswal sebagai videografer bernilai nol rupiah. Orang tua Aswal hanya bisa berharap anaknya segera mendapatkan keadilan dan mereka juga berharap tidak ada lagi kasus seperti yang menimpa anaknya.

 

**

 

BIONARASI PENULIS

Tags :
Kategori :

Terkait