Proyek Sang Videografer

Proyek Sang Videografer

Jumat 17 Apr 2026 - 17:30 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

Sekian lama ia menatap layar laptopnya. Beberapa kali juga rencana anggaran biaya proyeknya diketik kemudian dihapusnya kembali. Sesekali keningnya tampak berkerut, bertanda ia memang serius memikirkan proyeknya. Segelas kopi hitam setia menemaninya menggarap proposal itu. Entah sudah berapa gelas kopi yang dihabiskannya. Kedua orang  tuanya hanya bisa menggelengkan kepala menyaksikan perjuangan sang anak untuk membuktikan bahwa proyeknya itu memang penting. 

 

“Istirahat dulu, Wal”

 

Kedua orang tuanya terkadang mengingatkan, namun hanya jawaban singkat tanpa tindaklanjut yang didapatkan orang tuanya.

 

“Ya,” ujar Aswal pendek. 

 

Jawaban itu selalu dilontarkan Aswal tanpa beranjak dari tempat kerjanya. Aswal bahkan menjawab tanpa menoleh kepada orang tuanya. 

 

Memang proposal proyeknya itu sudah membuat dirinya lupa banyak hal. Semenjak menggarap proposal itu badannya tidak terurus. Dalam setiap hari ia hanya mandi satu kali, itu pun jika ia ingat bahwa belum mandi atau ketika bau badannya memang sudah menyengat hidung. Pakaian yang dikenakan pun seala kadarnya, bahkan lebih sering ia tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana kolor saja. 

 

Aswal sendiri tidak habis pikir, kenapa dalam membuat anggaran biaya untuk proyek yang ini ia sangat kesulitan. Padahal dari beberapa proyek yang pernah ia tangani selalu bisa ia selesaikan dalam waktu singkat. Biasanya ia mampu menyelesaikan dua sampai tiga proposal dalam satu pekan. Namun untuk proyek yang satu ini ia benar-benar sudah hampir menyerah. Sudah sepekan lebih ia belum juga mampu menentukan harga yang pantas untuk proyeknya.

 

*****

Tags :
Kategori :

Terkait