Binatang bernama rayap seakan sudah mengakuisisi bahwa itu tempat tinggal mereka, sehingga dengan bebasnya mereka berpesta. Daun-daun pohon randu memenuhi keruntung Bak. Jika dulu keruntung itu dipenuhi bermacam-macam ikan, sekarang daun-daun kering yang jatuh oleh angin menumpuk dalam keruntung itu.
Semenjak Bak pergi untuk selamanya menghadap sang pencipta sepuluh bulan yang lalu, keruntung itu seolah kehilangan sahabatnya. Sahabat yang selalu bersama dalam suka maupun duka. Sahabat yang selalu siap berkorban untuk kebaikan sahabatnya.
Mungkin jika Bak masih ada, tidak mungkin keruntung itu bernasib senaas itu. Jika Bak masih ada tidak akan dibiarkan rayap-rayap itu seenaknya menggerogoti keruntung itu. Mungkin juga jika Bak masih ada setiap hari daun-daun itu akan dibersihkannya. Dan mungkin jika Bak masih ada, posisi keruntung itu tidak akan berada di sana.
Aku merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjalankan amanah Bak. Sebelum Bak pergi untuk selamanya, beliau sempat berpesan agar kami tetap menjaga keruntung itu. Saat itu aku menyanggupi wasiat Bak itu. Aku merasa akan mudah menjalankan amanah tersebut, tapi ternyata seiring berjalannya waktu, amanah itu terasa berat.
Kemalasan selalu menjangkit pada diriku. Aku tidak sanggup melawan rasa malas sebagaimana dulu Bak sangat perkasa melawannya.
Kini keruntung itu menjadi saksi bisu tentang kegigihan seorang lelaki dalam memperjuangkan keluarganya. Keruntung itu merupakan bukti adanya seorang lelaki paruh baya tetap kuat menghadapi kerasnya kehidupan. Keruntung yang sudah rusak parah itu bagi sebagian orang mungkin hanya benda rongsokan yang tidak ada artinya, tapi bagi kami itu adalah suatu keajaiban dunia.
Kini Bak sudah tenang beristirahat di sana. Meninggalkan kami yang terus berjuang untuk menjadi orang yang berguna dan bermanfaat. Keruntung tua itu pun tampaknya akan menyusul sang empunya. Entah sampai kapan keruntung itu bisa bertahan di bawah pohon itu. Yang pasti antara Bak dan keruntungnya tidak bisa dipisahkan. Bak dan keruntungnya bagaikan soulmate yang selalu berdampingan. Sehingga ketika melihat keruntung itu seolah melihat juga Bak di sana.