JANGAN TAKUT MENULIS

JANGAN TAKUT MENULIS

Rabu 21 Jan 2026 - 16:36 WIB
Oleh: Admin

Selanjutnya kegiatan menulis itu tidak seseram yang dibayangkan. Mungkin di awalnya saja rasa takut itu menjelma, namun jika sudah dijalani secara berangsur-angsur ia akan hilang dengan sendirinya, mungkin motto penulis yang berbunyi “pantang menyerah sebelum dicoba” bisa diujicobakan dalam kegiatan menulis. 

 

Selanjutnya bagi yang malas untuk menulis dengan alasan sibuk, atau tidak mendapatkan ide, atau mungkin juga terkontaminasi rasa takut, atau mungkin terlalu nyaman “tidur” dari hiruk pikuk penulisan, ayo jangan segera berbenah diri. Jika sibuk dengan pekerjaan, maka harus yakin pasti ada waktu senggang untuk menuangkan ide ke dalam sebuah karya. Jika selama ini rehat, maka bangkitkan semangat. Katakana pada diri bahwa sudah cukup istirahatnya, sudah saatnya untuk berkarya kembali.

 

Memang terkadang menumbuhkan rasa percaya diri serta menghilangkan rasa takut agak gampang-gampang susah. Padahal prinsip Nothing to lose selalu dipelihara akan membuat berbagai perasaan yang menghalangi akan hilang dengan sendirinya. Karena seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa orang yang berprinsip seperti itu akan bekerja dan bergerak terus, tanpa memedulikan tanggapan orang. Sehingga kata-kata bijak “tulis apa yang kamu pikirkan, bukan memikirkan apa yang kamu tulis” sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai cambuk penyemangat.

 

Jadi mulai sekarang jangan pernah lagi takut untuk menulis. Tulis saja apa yang ada dalam pikiran. Tuangkan dalam bentuk karya. Jangan pikirkan apakah nanti akan dibaca atau tidak dibaca orang. Dan yang paling penting setiap tulisan pasti bagus dan ada manfaatnya. Penilaian bagus tidaknya sebuah tulisan itu nomor ke sekian. Karena penilaian bagus tidaknya sebuah tulisan itu relatif. Semua tulisan pasti ada pasarnya. Sungguh sangat sayang jika ide-ide brilian tidak dituangkan dalam sebuah karya. Jika tetap masih ragu, maka mulailah dari yang micro terlebih dahulu, dengan cara menulis di akun media sosial pribadi.

 

Walaupun bebas untuk menuangkan ide dalam menulis, Tentunya segala peraturan dan batas-batas dalam menulis tetap harus diperhatikan dan jangan dilanggar. Jangan sampai nanti tulisan yang dibuat membuat masalah di kemudian hari. Pelajari rambu-rambu yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui dalam menulis. 

Dari berbagi sumber disebutkan bahwa hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika menulis adalah plagiarisme, 

 

Plagiarisme atau menjiplak, yaitu mengambil ide, kata-kata, kalimat, atau karya orang lain tanpa memberikan kredit atau mencantumkan sumber aslinya. Ini adalah pelanggaran terberat. Fabrikasi Data (Mengarang Data), yaitu membuat data, hasil penelitian, atau kutipan yang sebenarnya tidak pernah ada atau tidak pernah dilakukan. 

 

Falsifikasi Data (Memalsukan Data), yaitu mengubah, memanipulasi, atau membuang data penelitian agar sesuai dengan hasil yang diinginkan penulis. Self-Plagiarism (Plagiasi Diri Sendiri), yaitu menggunakan karya sendiri yang sudah diterbitkan sebelumnya dan menerbitkannya kembali sebagai karya baru tanpa referensi, seolah-olah itu karya baru. 

 

Kemudian hal lainnya adalah pelanggaran gak cipta, yaitu menggunakan karya seni, foto, atau tulisan orang lain tanpa izin, terutama untuk kepentingan komersial, fitnah, pencemaran nama baik, dan SARA, yaitu menulis konten yang mengandung ujaran kebencian, memfitnah, atau merendahkan suku, agama, ras, dan antar0-golongan (SARA), dan melanggar privasi dan kerahasiaan, yaitu mengungkapkan data pribadi, rahasia klien, atau data penelitian yang seharusnya dirahasiakan tanpa izin subjek penelitian. 

Tags :
Kategori :

Terkait