MEMPERTAHANKAN BUDAYA MALU

MEMPERTAHANKAN BUDAYA MALU

Kamis 02 Oct 2025 - 19:56 WIB
Oleh: Admin

 

Perkataan Imam Ibnul Qoyyim ini seakan menjadi peringatan bagi kita bahwa bangsa kita sekarang sudah kehilangan budaya malu itu. padahal dalam Islam jelas mengatakan bahwa malu itu sebagian dari iman, hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori “Malu itu sebagian dari iman”.

 

Hilangnya rasa malu akan menyebabkan hilangnya seluruh kebaikan manusia. Sifat malu juga merupakan tabiat yang mengantarkan seseorang untuk istiqomah berbuat baik dan terpuji, sehingga rela meninggalkan perbuatan jelek dan maksiat. Untuk itu sudah saatnya rasa malu menjadi budaya yang harus selalu dijaga dan dipelihara, baik oleh individu, kelompok, terlebih bangsa ini. 

 

Bukti yang bisa kita ambil dari hilangnya budaya malu ialah adanya pejabat yang tidak merasa malu lagi jika menyelewengkan kekuasaan terkait profesinya. Padahal jabatannya merupakan amanah yang harus diemban. Seorang pengusaha tidak merasa malu jika terlambat memberi upah pada karyawannya. Dia tidak sadar bahwa kesuksesan usahanya adalah berkat kerja keras para karyawannya. Tak ada artinya dia tanpa bantuan karyawan. Dan masih banyak lagi praktik hilangnya rasa malu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk itu marilah kita aplikasikan budaya malu ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita mulai dari hal-hal yang paling kecil seperti malu membuang sampah sembarangan, malu tidak mengerjakan perintah agama sampai kepada tingkat paling besar seperti malu untuk memakan harta yang bukan milik kita, malu untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum baik itu hukum agama maupun hukum negara. Atau dengan kata lain mari kita menerapkan budaya malu sesuai dengan profesi kita masing-masing. 

 

Di akhir tulisan ini ada beberapa saran yang mungkin bisa digunakan untuk bisa kembali membuat rasa malu bertahta di hati kita semua dan menjadi budaya. Pertama yang perlu kita lakukan adalah mengubah paradigma berpikir kita bahwa rasa malu itu adalah sebuah kebutuhan bukan kewajiban, sehingga kalau malu sebuah kebutuhan maka kita pasti berusaha sekuat tenaga untuk memenuhinya, tapi jika kita menganggap malu sebagai kewajiban pasti kita akan merasa berat melaksanakannya. Kedua kita harus merasa bahwa di mana pun kita berada kita selalu diawasi oleh Allah, sehingga ketika kita akan melakukan korupsi, berzina atau kejahatan lainnya maka kita akan malu terhadap Allah.

 

Tags :
Kategori :

Terkait