Usai Dihajar Maroko, Koeman Mundur!
Ronald Koeman-screnshot-
KEKALAHAN Belanda juga mengakhiri petualangan Ronald Koeman bersama Timnas Negeri Kincir Angin tersebut.
--------------------
KOEMAN memutuskan mundur dari jabatan pelatih seusai Belanda gagal total di Piala Dunia 2026. Belanda harus mengubur mimpi melangkah jauh di Piala Dunia 2026 setelah takluk 2-3 dari Maroko lewat adu penalti setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan usai.
Tak lama setelah kegagalan itu, Koeman mengumumkan keputusan besar yang mengejutkan publik. Melalui akun pribadinya di Instagram, pelatih berusia 63 tahun itu memastikan dirinya mengakhiri masa bakti bersama Timnas Belanda.
"Malam tadi saya membuat keputusan untuk mengakhiri jabatan saya sebagai pelatih Tim Nasional Belanda," tulis Koeman.
Dia mengaku sangat terpukul karena gagal mewujudkan impian membawa Belanda mencetak sejarah di Piala Dunia 2026. Sebagai pelatih, Koeman merasa bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.
"Kami semua bermimpi menjalani Piala Dunia yang bersejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, tanggung jawab itu ada di pundak saya," ujarnya.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri periode kedua Koeman menangani De Oranje. Mantan pelatih Barcelona itu memberi sinyal karier kepelatihannya yang telah berlangsung selama 26 tahun kemungkinan juga telah mencapai garis akhir.
Koeman mengungkapkan alasan di balik keputusannya bukan semata kegagalan di lapangan. Kondisi kesehatan sang istri, Bartina, membuatnya menyadari keluarga jauh lebih penting daripada sepak bola.
"Beberapa tahun terakhir membuat saya sadar ada hal yang jauh lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola memang hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya," katanya.
"Ketika orang yang paling Anda cintai berjuang melawan penyakit berat, cara pandang Anda terhadap hidup berubah," ungkapnya.
Dia pun memberikan penghormatan khusus kepada sang istri yang tetap mendukungnya di tengah perjuangan melawan penyakit.
Meski sedang sakit, Bartina terus memberi dukungan dan semangat kepadanya setiap hari untuk menyelesaikan tugas sebagai pelatih kepala.
"Itu menunjukkan kekuatan yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepadanya, lebih dari yang bisa saya ungkapkan dengan kata-kata," tutup Koeman.***