Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Penyuap Mahasiswa itu, Polisi?

Muhamad Abdi Maludin-Penyuap Mahasiswa itu, Polisi?-

NAH, Polda Metro Jaya (PMJ) kini meminta agar Muhammad Abdi Maludin membongkar sosok polisi yang diklaim memberi uang Rp20 Juta agar memindahkan lokasi demonstrasi dari Istana ke DPR.

--------------

MANTAN Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) itu mengaku diberi uang Rp 20 juta oleh oknum polisi bernama AAN usai aksi demonstrasi di Jakarta pekan lalu.  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa tudingan itu tak berdasar. Jika benar demikian, Kombes Budi meminta Abdi menjelaskan sosok identitas oknum polisi yang dimaksud.

"Polisi yang dimaksud dinas di mana dan spesifik?" kata Budi.

Kombes Budi menambahkan, bahwa informasi yang beredar di masyarakat harus dipastikan kebenarannya. Hal ini agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran dan tudingan sepihak. 

"Pastikan dulu agar tidak simpang siur. Bisa jadi benar polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi, kan," ujarnya.

Budi menegaskan penyebutan institusi kepolisian tidak bisa dilakukan secara umum tanpa identitas yang jelas. Sebab, ada ratusan ribu anggota Polri aktif yang tersebar di puluhan Polda dan ratusan Polres. 

"Polisi yang mana? Polisi itu ada 400 ribu personel, 36 polda dan 480 polres," katanya.

Sebelumnya, Abdi Maludin mengaku menerima uang Rp 20 juta dari seseorang yang disebut berasal dari pihak kepolisian.  Alasan pemberian itu untuk pengkondisian lokasi demo supaya mahasiswa UBK memindahkan aksinya ke DPR yang sebelumnya akan berdemo di Istana Negara. 

Klaim itu disampaikan saat Abdi didesak dalam forum klarifikasi yang digelar BEM UBK dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) UBK di Kampus Kimia UBK, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026 malam. 

Dalam forum klarifikasi itu, Abdimaludin mengaku menerima uang Rp 20 juta agar tidak menggelar aksi di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta.

"Uang itu dikasih sama mereka pihak kepolisian untuk tidak turun aksi di Istana. Akan tetapi kita tetap turun," ujar Abdimaludin.

Namun, saat diminta menjelaskan identitas pemberi uang, Abdimaludin mengaku hanya mengenal sosok tersebut dengan nama "Bang Aan".

"Bang Aan namanya, Bang Aan dari pihak kepolisian, kurang tahu nama lengkapnya," kata dia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan