Trump Segera Caplok Kuba
Donald Trump-screnshot-
ENTAH apa yang ada di otak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
--------------------
BELUM usai permasalahan di Iran, saat bicara di Florida, terungkap jika Trump segera caplok Kuba. Hal itu disampaikan oleh Donald Trump selaku Presiden Amerika saat bicara di Forum Club of the Palm Beaches yang digelar di Florida pada Jumat 1 Mei lalu.
Kabar itu disampaikan oleh Trump setelah memberikan penghargaan kepada para hadirin termasuk mantan Anggota Kongres Dan Mica. Trump menyinggung Dan Mica yang berasal dari Kuba dan menyampaikan bahwa Amerika segara mengambil alih negara penghasil cerutu tersebut.
"Dan dia berasal dari tempat bernama Kuba, yang akan kita ambil alih hampir segera," kata Trump.
"Kuba punya masalah. Kita akan menyelesaikan satu masalah terlebih dahulu. Saya suka menyelesaikan pekerjaan," lanjutnya.
Trump juga menyinggung bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln akana segera kembali dari Iran.
“Dalam perjalanan kembali dari Iran, Kita akan membiarkan kapal itu datang, berhenti sekitar 100 yard dari pantai,” paparnya.
Menurut Trump hanya dengan menambatkan kapal induk USS Abraham Lincoln di sekitar pantai maka Amerika akan mudah mengambil alih Kuba. Dilansir dari Fox News Digital, bahwa pihak Gedung Putih sendiri belum memberikan klarifikasi lebih lanjut tentang pernyataan Trump tersebut.
Untuk mengambil alih Kuba, Trump mengindikasikan langkah tersebut akan mengikuti perang AS-Israel di Iran. Trump juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengerahkan kapal angkatan laut saat kembali dari Iran.
Dengan percaya diri Trump menyampaikan hanya dengan demonstrasi kekuatan saja akan membuat Kuba menyerah. Pada hari Jumat itu, Trump juga menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan entitas yang terkait dengan Kuba.
Hal itu dilakukan pemerintah Trump karena adanya kekhawatiran atas ancaman terhadap keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika. Trump juga berulang kali mengatakan bahwa Kuba adalah target selanjutnya setelah operasi militer terhadap Iran.***