Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Scoot Buka Rute Singapura–Belitung

Scoot Buka Rute Singapura–Belitung.-Tim-

TANJUNGPANDAN - Pembukaan rute internasional Singapura–Belitung oleh maskapai Scoot mulai 3 Mei 2026 dinilai menjadi momentum penting kebangkitan pariwisata daerah.

Tokoh pariwisata Belitung, Kusumah Kosasih, optimistis konektivitas langsung ini akan kembali menggairahkan sektor wisata yang sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Rute ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi Belitung setelah vakum dari penerbangan internasional langsung. Dengan hadirnya akses langsung dari Singapura, peluang masuknya wisatawan mancanegara terbuka semakin lebar.

Kusumah menyebut, pembukaan rute Singapura-Tanjungpandan merupakan angin segar yang telah lama dinantikan oleh pelaku industri pariwisata di Belitung. “Ini langkah strategis yang sangat penting. Sudah lama kita menunggu konektivitas langsung seperti ini,” ujarnya baru baru ini.

Singapura Jadi Hub, Akses Wisatawan Global Terbuka Menurut Kusumah, nilai strategis rute ini tidak hanya pada koneksi langsung Singapura–Belitung. Lebih dari itu, Singapura berfungsi sebagai hub internasional yang menghubungkan wisatawan dari berbagai negara.

Wisatawan dari Eropa, Tiongkok, hingga Amerika Serikat kini memiliki jalur yang lebih mudah untuk mencapai Belitung tanpa harus melalui rute domestik yang panjang. “Dengan frekuensi awal dua kali seminggu, ini langkah awal yang sangat positif untuk mengukur potensi pasar internasional sekaligus membangun kepercayaan maskapai terhadap demand Belitung,” jelasnya.

Kunci Utama: Kolaborasi dan Jaga Load Factor Namun demikian, Kusumah mengingatkan bahwa keberhasilan rute ini tidak hanya bergantung pada maskapai. Seluruh pelaku pariwisata di Belitung harus bergerak bersama untuk menjaga tingkat keterisian penumpang atau load factor.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara agen perjalanan, hotel, pemandu wisata, hingga pelaku usaha kuliner.

"Semua harus bergerak bersama. Kita harus memastikan penerbangan ini terisi, baik saat kedatangan maupun keberangkatan,” tegasnya.

Paket Wisata Internasional Harus Disiapkan Dari sisi produk wisata, Kusumah menilai Belitung perlu segera menghadirkan paket wisata berstandar internasional. Tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga pengalaman yang terintegrasi. Beberapa konsep yang dinilai potensial antara lain island hopping premium, wisata mangrove dan geopark, hingga paket budaya dan kuliner lokal yang autentik.

Menurutnya, wisatawan mancanegara tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang unik dan berbeda. Selain produk, kualitas layanan atau hospitality juga menjadi faktor krusial. Kusumah menekankan pentingnya standar layanan yang sesuai dengan ekspektasi wisatawan internasional.

Mulai dari kebersihan destinasi, kemampuan bahasa asing, keramahan pemandu wisata, hingga ketepatan waktu transportasi harus menjadi perhatian utama. “Ini bukan hanya soal destinasi, tapi juga pengalaman. Wisatawan datang bukan hanya melihat, tapi merasakan,” ujar pengelola resto Kampong Dedaun itu.

Upaya promosi juga harus diperkuat dengan pendekatan yang lebih modern. Kusumah menyarankan kolaborasi dengan platform perjalanan digital, media, hingga influencer dari Singapura untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, penyelenggaraan event seperti festival budaya, olahraga, dan kuliner dinilai mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperpanjang masa tinggal mereka di Belitung. Branding Belitung sebagai destinasi “hidden paradise” yang dekat dan mudah dijangkau juga perlu diperkuat agar semakin dikenal di pasar internasional.

Kusumah menegaskan, pembukaan rute Scoot ini bukan sekadar tambahan jalur penerbangan. Jika dimanfaatkan dengan serius, rute ini bisa menjadi pintu utama Belitung menuju pasar pariwisata global yang berkelanjutan. “Kalau momentum ini dijaga dengan konsisten, ini bisa menjadi pintu besar bagi Belitung ke pasar internasional,” pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan