Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Rachel dan Okin Bertemu, Bahas Rumah

Rachel dan Okin.-screenshot-

Persoalan antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin terkait aset rumah, masih terus bergulir hingga saat ini. Kuasa hukum keduanya pun telah melakukan pertemuan secara tertutup terkait persoalan tersebut. Pertemuan yang bersifat privat itu diinisiasi oleh pihak Okin.

Ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, baru baru ini, Kuasa hukum Rachel Vennya, Sangun Ragahdo menegaskan bahwa kliennya hanya menginginkan keadilan untuk kedua buah hatinya. "Intinya memang yang dikejar dari perkara ini adalah klien saya, Rachel itu ingin menuntut hak, hak ini adalah hak anak-anaknya, ingin mencari keadilan," ujar Sangun Ragahdo kepada awak media.

Dalam pertemuan tadi, dia menyebut ada beberapa poin yang disampaikan oleh pihak kuasa hukum Okin. Akan tetapi, Sangun Ragahdo enggan menjelaskan lebih detail terkait poin-poin itu. Sebab, dia ingin membahas terlebih dahulu dengan kliennya perihal pertemuan tersebut.

"Cuma mungkin di sini yang bisa saya jelaskan, kemarin saya bilang mensinyalir bahwa ternyata rumah ini mau dijual. Ternyata memang betul rumah ini mau dijual oleh Saudara Niko, makanya tadi ada semacam penawaranlah disampaikan," tuturnya. "Cuma untuk isinya apa, mungkin tidak akan disampaikan dulu, biar nanti kita ya lihat bergulir saja ke depannya," tambahnya.

Dari pembicaraan tadi, Okin ingin bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah dengan Rachel Vennya secara baik-baik. Atas alasan tersebut, pihak Rachel Vennya pun menantikan iktikad baik dari Okin. "2021 mereka sudah memiliki kesepakatan bersama, ternyata memang ada yang diingkari, terjadi masalah," ucap Sangun Ragahdo. "Ya harapannya dengan ada pengajuan lagi mungkin nanti akan ada kesepakatan baru, ya hal yang sama tidak terulang lagi," sambungnya.

Dia berharap apabila ke depannya terdapat kesepakatan baru antara kliennya dengan Okin, maka mantan suami Rachel Vennya itu dapat menepatinya. "Karena mungkin bisa dibilang dari klien saya, dalam tanda kutip ya mungkin ada traumanya juga gitu dengan dibikin kesepakatan lagi atau apa, cuma kita lihat ke depannya ya. Sebagaimana kita ketahui bersama, saya juga laki-laki, laki-laki itu kan yang harus dipegang adalah omongannya. Semoga ke depannya ya kita lihatlah, semoga omongannya bisa dipegang," kata Sangun Ragahdo. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan