Ariana Ungkap Tekanan hingga Rasa Sakit
Ariana Grande.-screenshot-
Aktris Hollywood, Ariana Grande kembali bicara blakblakan soal perjalanan karier aktingnya yang kerap menuai komentar miring. Perannya sebagai Glinda di film “Wicked” (2024) dan “Wicked: For Good” disebut sebagian pihak bukan pilihan yang tepat.
Menurut laporan Variety, Jumat (9/1), respons publik yang meragukan langkah Grande dalam dunia akting bukanlah hal baru. Dia kembali berhadapan dengan opini yang menyebut ketenarannya justru mengurangi kredibilitas, seolah keberhasilan di satu bidang otomatis mengganggu keseriusannya di bidang lain. Grande mengaku sudah belajar menjaga jarak dari narasi negatif tersebut. “Aku belajar sangat cepat bahwa aku harus menutupinya. Banyak kebisingan yang mengatakan aku tak akan sanggup, atau bukan pilihan yang tepat,” katanya.
Dia menegaskan dirinya tetap fokus bekerja dan menjalani proses syuting intens tanpa jeda, termasuk adegan emosional yang direkam tidak berurutan. Aktris sekaligus penyanyi itu juga menjelaskan betapa beratnya menjaga emosi di tengah tekanan produksi. “Kamu berlatih, kamu mempersiapkan diri, kamu hidup bersama karakter-karakter ini. Tapi saat kamera bergulir, kamu tak bisa mengharapkan apapun. Rasa sakitnya harus terasa sama setiap kali,” tuturnya.
Waktu hening setelah syuting, seperti perjalanan malam di London atau obrolan dengan sang ibu, menjadi ruang refleksi baginya. “Momen-momen itu terasa sakral. Sekadar bangga pada diri sendiri dalam keheningan,” ucapnya. Ariana menilai kebanggaan itu bersifat privat dan sering kali tidak terlihat publik. “Sangat menyakitkan ketika orang mempertanyakan komitmenmu. Jadi aku fokus pada yang nyata… rasa syukur satu-satunya hal yang membingkai ulang semuanya,” lanjutnya.
Dia juga membandingkan musik dan akting sebagai dua dunia yang berbeda. Musik baginya lebih personal, sementara akting memberikan lapisan perlindungan lewat karakter yang diperankan. Kini setelah mendapat nominasi berturut-turut di Actor Awards, Ariana mengaku makin mencintai dunia akting. “Aku tak akan pernah menganggapnya remeh,” tegasnya, sambil memastikan musik akan kembali pada waktunya. (ant)