Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.035 T
Penerimaan Pajak Tembus Rp 1.035 T.-Antara-
Menteri Keuangan Purbaya melaporkan kinerja impresif pada sektor penerimaan perpajakan sepanjang semester I tahun 2026.
Realisasi penerimaan pajak menunjukkan pembalikan tren yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan tahun, penerimaan pajak diperkirakan mencapai Rp1.035,7 triliun.
Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 24,6 persen dibandingkan semester I tahun 2025, yang mengalami kontraksi.
Menurut Purbaya, capaian ini hasil dari reformasi perpajakan yang dijalankan secara menyeluruh, mencakup sisi organisasi maupun kualitas personel di Direktorat Jenderal Pajak.
Dia meniali peningkatan koleksi pajak ini terjadi berkat penguatan administrasi dan pengawasan kepatuhan wajib pajak yang lebih ketat.
"Ada juga nih orang pajak disuruh kerja lebih keras, Pak, supaya tax collection-nya meningkat," kata Purbaya mengapresiasi kinerja dirjen pajak, Selasa (7/7).
Dilihat dari jenisnya, Pajak Penghasilan (PPH) Badan menjadi salah satu kontributor pertumbuhan terkuat.
Sektor ini tumbuh 28,6 persen seiring dengan meningkatnya profitabilitas dunia usaha dan penghasilan masyarakat.
Pertambahan Nilai (PPN) dan PPnBM juga mencatat kinerjanya yang mencapai Rp 380 triliun atau tumbuh 42,2 persen.
Hal ini dinilai sebagai indikasi kuat konsumsi domestik masih sangat resilien.
Secara sektoral, pertumbuhan penerimaan pajak ditopang oleh sektor perdagangan dan industri pengolahan.
Sektor perdagangan sendiri tumbuh signifikan sebesar 45,9 persen didorong kenaikan harga komoditas dan aktivitas digital.
"Jadi, ini menunjukkan memang betul-betul ada perbaikan di perekonomian," ujarnya.