Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Jangan Menangis Muallem!

Muallem-screnshot-

MUSIBAH banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menyisakan duka bagi masyarakat terdampak, tetapi juga mengguncang emosi para pemimpin daerah.

--------------

MOMEN haru terlihat ketika Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Muallem, tampak menahan kesedihan saat meninjau kondisi korban banjir.  Akan tetapi di tengah suasana pilu itu, dukungan dan semangat datang dari berbagai penjuru Indonesia.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika seorang relawan asal Provinsi Riau secara langsung menyemangati Muallem agar tetap kuat dan tegar.  Dengan suara lantang dan penuh empati, relawan tersebut meminta sang gubernur untuk tidak larut dalam kesedihan hingga aksinya pun kini viral di media sosial.

"Pak Muallem, jangan nangis lagi pak, jangan sedih lagi. Kami ada di sini,” ucap salah seorang relawan itu dengan penuh keyakinan.

Kalimat tersebut menjadi simbol solidaritas antardaerah di tengah bencana yang melanda Aceh.  Relawan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar untuk memberi dukungan moral, tetapi juga membawa bantuan nyata.

Tim relawan gabungan dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh dengan membawa obat-obatan, tenaga medis, serta logistik untuk membantu para korban banjir.

"Kami membawa obat, kami membawa tim medis, kami membawa tim logistik,” ujarnya, menegaskan bahwa rakyat Indonesia hadir bersama Aceh di saat sulit.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan layanan kesehatan darurat.  Lebih dari sekadar bantuan fisik, relawan tersebut juga mengingatkan pentingnya peran pemimpin dalam menjaga semangat rakyatnya.

Ia menekankan bahwa keteguhan seorang pemimpin akan menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat yang sedang diuji oleh bencana.

“Pak Muallem harus sabar, harus semangat. Kalau pemimpin lemah, maka rakyat juga akan lemah. Takbir!.” katanya dengan nada tegas namun penuh rasa hormat.

Pesan ini menggambarkan betapa besar harapan masyarakat kepada pemimpin daerah untuk tetap berdiri kokoh di tengah krisis.  Seruan takbir yang disampaikan di akhir pesan relawan tersebut pun menggema, menjadi simbol harapan, keikhlasan, dan kebersamaan.

Momen itu bukan hanya menguatkan Gubernur Aceh, tetapi juga menyentuh hati banyak orang yang menyaksikannya.***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan