187 Pendaki Berhasil Dievakuasi
Erupsi Semeru-screnshot-
GUNUNG Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik.
--------------
GUNUNG tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami erupsi dengan kolom abu setinggi 1.500 meter.
Meski erupsi terjadi mendadak, petugas memastikan seluruh pendaki yang berada di kawasan Semeru dalam kondisi aman. Sebanyak 187 orang berhasil dievakuasi menuju Ranupani, titik aman terdekat.
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan erupsi terjadi pada pukul 08.15 WIB. Kolom abu berwarna kelabu pekat terpantau bergerak ke arah Tenggara. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, membenarkan adanya peningkatan aktivitas.
"Pendakinya 129 orang, total 187 orang termasuk saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Ranupani," ujarnya dalam laporan yang diterima Disway.id.
Ia menegaskan, seluruh jalur pendakian ke Semeru sebenarnya telah ditutup sejak status gunung dinaikkan ke Level III (Siaga). Para pendaki yang dievakuasi merupakan mereka yang sudah berada di basecamp atau dalam perjalanan turun dari batas aman.
"Proses evakuasi berjalan lancar sesuai SOP," kata Rudijanta.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menyebut tim Basarnas telah disiagakan di Ranupani untuk menyambut kelompok pendaki yang dievakuasi.
"Evakuasi terkendali dan dikoordinasikan oleh petugas TNBTS bersama saver. Semua dalam kondisi aman," ujarnya.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan Semeru berada pada Level Siaga.
Warga diminta menjauhi radius 13 kilometer dari puncak, terutama di sepanjang wilayah aliran sungai (besuk) yang berpotensi dilalui awan panas guguran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.***