Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Dinparbud Bangka Gelar FGD PPKD 2025 - 2030

Dinparbud Bangka Gelar FGD PPKD 2025 - 2030.-Yudi Ardi Karya-

SUNGAILIAT - Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Bangka tahun 2025 di Rumah Makan Pangeran Sungailiat 9 hingga 10 Oktober 2025.

Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Bangka tahun 2025 tersebut guna menyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bangka periode 2025-2030.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Bangka tahun 2025, menghadirkan unsur masyarakat, terkhususnya dari perwakilan tokoh-tokoh kebudayaan di Kabupaten Bangka. Acara  dibuka langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka, Rismy Wira Madonna.

Rismy Wira Madonna mengatakan pelaksanaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kabupaten Bangka tahun 2025, yang bertujuan menyusun Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Bangka periode 2025-2030.

"Keberadaan PPKD Kabupaten Kabupaten Bangka merupakan wujud dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang merupakan acuan bagi perencanaan dan pengembangan kebudayaan Kabupaten Bangka tahun 2025-2030." ujar Rismy Wira Madonna kepada wartawan, Jumat (10/10/2025).

Dikatakan Rismy Wira Madonna, yang melatarbelakangi FGD, yakni kebudayaan adalah pondasi jati diri sebuah bangsa dan daerah. Ia adalah cerminan dari nilai-nilai luhur, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

"Kabupaten Bangka yang kita cintai ini memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan luar biasa. mulai dari seni tari, musik tradisional, kuliner khas, hingga adat istiadat yang unik. Namun, di tengah arus globalisasi yang begitu cepat, kita menghadapi tantangan besar untuk menjaga kelestarian dan memajukan kebudayaan kita. Oleh karena itu, PPKD hadir sebagai sebuah peta jalan, sebuah dokumen strategis yang akan menjadi pedoman kita bersama dalam upaya memajukan kebudayaan di Kabupaten Bangka." kata Rismy Wira Madonna.

Rismy Wira Madonna menyebutkan, pokok pikiran kebudayaan daerah Kabupaten Bangka  merupakan wujud dari implementasi undang-undang nomor: 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yang merupakan acuan bagi perencanaan dan pengembangan kebudayaan kabupaten bangka tahun 2025 - 2030, juga merupakan langkah konkrit dari pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah dalam hal pemajuan kebudayaan daerah dan nasional, pasca ditetapkannya undang-undang nomor: 5 tahun 2017. 

Selain itu juga, perlu saya sampaikan bahwa penyusunan ppkd 2025 - 2030 ini, juga bertujuan untuk memetakan opk, sdm kebudayaan, lembaga kebudayaan serta sarpras kebudayaan suatu daerah serta memberikan solusi permasalahan dan memperkuat identitas daerah oleh pemerintah pusat melalui kementerian kebudayaan sehingga kedepan bisa lebih bersinergi dengan program pemajuan kebudayaan baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional.

"Di dalam ppkd ini memuat 10 objek pemajuan kebudayaan dan cagar budaya yang ada di Kabupaten Bangka dengan berbagai permasalahan yang ada dan disertai dengan rekomendasi pemecahannya." ungkapnya.

Ditambahkannya, proses penyusunan PPKD ini bukanlah tugas yang mudah. Dimana melibatkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk para seniman, budayawan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, sumbangsih pemikiran, dan kerja keras yang telah diberikan dalam penyusunan dokumen ini. Ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk memajukan kebudayaan daerah," ucapnya.

"Saya berharap ppkd ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen di atas kertas. Mari kita jadikan PPKD ini sebagai gerakan nyata. Mari kita dorong implementasinya secara masif di seluruh lapisan masyarakat. Dinas terkait harus segera menindaklanjuti rekomendasi yang ada, para pelaku budaya terus berkarya, dan masyarakat turut serta dalam setiap program yang dijalankan," ujarnya.

"Mari kita jadikan budaya sebagai sumber inspirasi, kreativitas, dan penggerak ekonomi kreatif daerah. Dengan demikian, kebudayaan kita akan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang." harapannya.(dee)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan