Pemprov Bangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) segera membangun Rumah Sakit Jantung dan Stroke guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Insya Allah dalam waktu dekat ini, kita realisasikan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke," kata Gubernur Kepulauan Babel Hidayat Arsani di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan kehadiran Rumah Sakit Jantung dan Stroke Provinsi Kepulauan Babel ini guna memperkuat infrastruktur layanan kesehatan, sekaligus mendukung transformasi bidang kesehatan yang saat ini menjadi prioritas nasional. "Kita berharap dengan adanya rumah sakit ini, nantinya mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan khusus jantung dan stroke masyarakat, sehingga penderita jantung dan stroke tidak perlu lagi berobat ke luar daerah," katanya.
Ia mengatakan Pemprov Kepulauan Babel sudah mencanangkan sejumlah lokasi alternatif untuk pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke ini. Salah satu lokasi yang dinilai ideal, yakni di sekitar kawasan GOR Sahabudin yang tidak jauh daru Bandara Depati Amir di Kota Pangkalpinang. "Rumah sakit ini tidak boleh jauh dari bandara. Kalau emergency, artinya bisa langsung di bawa ke Jakarta. Artinya, penanganan pertama adalah di rumah sakit di daerah ini," ujarnya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke telah disetujui DPRD Provinsi Kepulauan Babel, sehingga akan mempercepat pembangunan rumah sakit ini. "Mudah-mudahan tahun ini pembangunan rumah sakit ini bisa terealisasi, sehingga masyarakat penderita jantung dan stroke tidak lagi berobat ke luar daerah," katanya.
Gubernur juga menegaskan rumah sakit se-Kepulauan Babel harus bersinergi, guna mengoptimalkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di daerah itu. "Rumah sakit harus kompak, karena garda terdepan dalam menjamin keselamatan pasien. Saya mengajak seluruh rumah sakit untuk memperkuat sinergi, agar mutu layanan meningkat dan masyarakat merasakan pelayanan yang optimal,” katanya.
Ia tidak menampik, jika dalam memberikan pelayanan kesehatan, terkadang rumah sakit mengalami hal-hal yang tidak disenangi masyarakat. "Selama memang ada keluhan masyarakat, hal itu merupakan risiko yang harus diterima oleh rumah sakit," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa dunia kesehatan terus menghadapi perubahan regulasi dan tantangan pelayanan yang semakin kompleks. Oleh karena itu, lanjut dia dibutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah dan rumah sakit, agar layanan kesehatan tetap terjamin dan berkeadilan. "Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi dan strategi yang dapat memperkuat kesiapan rumah sakit di Babel agar tetap adaptif, profesional dan berorientasi pada mutu pelayanan kesehatan masyarakat," katanya. (ant)