Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Rachael Umumkan Peluncuran Album Baru

Rachael Yamagata.-screenshot-

Musikus asal New York, Rachael Yamagata akhirnya akan merilis album terbaru setelah hampir 10 tahun absen. Dia baru saja mengumumkan judul album terbaru yakni, Starlit Alchemy yang bakal dirilis pada 3 Oktober 2025 via Jullian Records.

Album tersebut disusun dengan penuh perhatian dan dibalut tekstur ambient yang dreamlike, sentuhan full-band, dan suasana hangat. Rachael Yamagata menyatakan Starlit Alchemy bukanlah sekadar diary, melainkan sebuah persembahan: Sesuatu yang intuitif, elemental, dan dirancang untuk beresonansi.

Album itu dimulai dengan Backwards, sebuah lagu yang telah lama dikerjakan oleh Yamagata Rachael Yamagata. Awalnya dirancang sebagai bagian dari sebuah musikal, lagu itu kembali muncul di sini sebagai pernyataan yang hening, sebuah refleksi tentang tarikan transformasi dan segala hal yang datang dengan meninggalkan sebagian dunia.

"Aku sudah mulai berlari, tetapi masih ada harapan bahwa seseorang akan mengejar dan ikut bersamaku. Ada rasa sakit dalam ketegangan itu," ungkap Rachael Yamagata.

Dengan suara khas, penyanyi/penulis lagu asal Hudson Valley itu kembali dengan album Starlit Alchemy bukan sebagai penyanyi lagu cinta yang merdu atau pembisik patah hati seperti sebelumnya. Rachael Yamagata datang sebagai pemandu transformasi, melepaskan apa yang tak lagi diperlukan, mengakui rasa sakit, dan meraih sesuatu yang lebih.

Lagu-lagu dari album studio kelima itu merupakan sebuah ‘kepompong’ yang berkembang secara real-time: Perjalanan sinematik yang menggetarkan jiwa melalui duka, penyerahan diri, ketangguhan, dan pembebasan. Sebuah perpaduan antara badai dan obat penawar, Starlit Alchemy menjelajahi gua dan bintang-bintang. Rachael Yamagata menyulam ‘nasihat galaksi’ ke dalam pengalaman manusia. Ini merupakan soundtrack untuk penggalian pribadi dan kelahiran kembali secara mistis, dirancang untuk diresapi sepenuhnya.

Starlit Alchemy adalah hasil akhir dari proses pencerahan dan penyesuaian yang penuh perjuangan dari Rachael Yamagata. Album tersebut dirilis sembilan tahun setelah album LP terakhirnya, Tightrope Walker (2016), dan menandai momen dirinya sepenuhnya mengendalikan kariernya. 13 tahun mengurus diri sendiri, tanpa campur tangan label rekaman, dan bebas dari batasan genre atau kewajiban. Rachael Yamagata menulis album sebelum maupun selama 2020, membiayainya dengan tur internasional, dan merekam sebagian besar di studio rumah di Catskills bersama kolaborator yang sudah lama bekerja sama dengannya.

"Saya selalu tahu ini akan menjadi album di mana satu lagu mengalir ke lagu berikutnya. Lagu-lagu ini awalnya muncul sebagai dorongan untuk mengekspresikan apa yang saya alami dan saksikan, baru kemudian saya menyadari kisah yang lebih kohesif. Ini menjadi peta yang dibuat setelah perjalanan, bukan sebelum. Tetapi semuanya ada di sana," tambah Rachael Yamagata. (ant)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan