UBB Dukung Pengembangan Industri Cokelat
UBB Dukung Pengembangan Industri Cokelat.-Agus Putra-
PANGKALPINANG - Universitas Bangka Belitung (UBB) menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan industri cokelat di Bangka Belitung dengan memberikan bantuan mesin pengolahan cokelat, bibit kakao dan pupuk kepada petani kakao yang tergabung dalam Komunitas Kovertur Bangka (Kokoa).
Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Koordinator Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Bangka Belitung (FEB UBB), Dr. Reniati, SE.,M.Si kepada Ketua Kokoa sekaligus Owner Cokelat CandU, Merinda Haris di Hotel Puri 56 Pangkalpinang, Jumat (29/8/2025).
"Ada 300 bibit kakao dan 35 karung pupuk yang kita berikan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas cokelat di Provinsi Bangka Belitung khususnya di Pulau Bangka," kata Reniati.
Reniati menjelaskan bahwa pemilihan cokelat sebagai fokus pengembangan karena komoditas pangan ini memiliki potensi besar untuk hilirisasi. Dengan demikian, masyarakat petani dapat memperoleh manfaat luas dan meningkatkan ketahanan pangan.
Selain itu, kata dia, cokelat juga memiliki manfaat kesehatan, seperti mengurangi stres. "Kita ketahui bersama, kalau kita lihat dari struktur ekonomi kita kan pertama itu industri pengolahan 21 persennya didominasi oleh timah. Kemudian yang kedua baru lapangan usaha pertanian, itu sekitar 20 persen baru kita perdagangan dan retail. Nah, jadi kita melihat bahwa 2024 ketika tata kelola timah kita bermasalah, ternyata pertumbuhan ekonomi kita langsung turun 0,77 persen," ungkap Reniati.
"Ini membuktikan bahwa ketika kita menaruh semua telur dalam satu keranjang itu berbahaya. Sehingga kita harus menebarkan peluang-peluang komoditas unggulan yang tidak hanya timah. Dan saya melihat kenapa cokelat, karena ini salah satu komoditas pangan juga, ya kita melihat hilirisasi pangan itu menurut saya lebih powerful dibandingkan hilerisasi mineral. Kenapa? Karena penduduk kita masih banyak itu petani. Jadi kita ketika fokus kepada hilirisasi pangan, maka kita mensejahterakan masyarakat kita secara luas," tambahnya.
Selain itu, menurut Reniati, cokelat juga bisa memberikan nilai tambah di bidang pertanian dan memiliki ketahanan pangan yang kuat.
Lebih dari itu, katanya, cokelat juga disukai oleh banyak orang, mulai dari anak-anak sampai orang tua. "Disamping itu juga, banyak sekali manfaat cokelat bahkan ketika kita saat ini banyak yang mental health terganggu, itu cokelat bisa menjadi solusi karena bisa mengurangi stress," jelas Reniati.
Lebih lanjut Reniati menambahkan bahwa saat ini Bangka Belitung sudah memiliki komunitas kakao dibawah binaan Cokelat CandU yang merupakan industri cokelat artisan pertama dan satu-satunya di Bangka Belitung. Karena itu, diakui Reniati, bantuan yang diberikan juga tepat sasaran.
"Cokelat yang dikembangkan oleh Cokelat CandU ini punya keunikan. Pertama itu cokelatnya lokal dan saya melihat bahwa mungkin kandungan mineralnya itu lebih unik dibandingkan yang lain. Yang kedua itu dia low sugar dan itu lebih healthy. Itu saya melihat bahwa harganya juga semakin meningkat, maka petani tidak harus fokus kepada tanaman-tanaman misalnya sawit, tetapi juga ada pilihan lain cokelat ini, mungkin kekurangan untuk stoknya, tapi kita yakin cokelat dari Bangka ini bisa terkenal dan menjadi salah satu produk unggulan Bangka Belitung ke depan," tutur Reniati.
Diakui Reniati, saat ini pertanian cokelat di Babel memang masih sedikit. Namun dia menyakini, kedepan industri cokelat di Babel akan terus berkembang. "Sesuatu yang kecil bukan berarti itu tidak penting, tetapi satu yang kecil kalau dia bisa memberikan manfaat yang besar nanti ke depan saya sangat optimis industri cokelet di Babel bisa berkembang. Untuk itu, dengan adanya bantuan ini bisa memberikan motivasi bagi para petani," kata Reniati optimis.
Sementara itu, Merinda Haris, Ketua Kokoa (Komunitas Kovertur Bangka) sekaligus Owner Cokelat CandU mengucapkan terima kasih atas bantuan dari UBB. Ia berharap kedepan lebih banyak pihak dapat peduli dan mendukung pengembangan industri cokelat di Bangka Belitung. "Saat ini, komunitas kita telah memiliki sekitar 30-40 anggota yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Bangka Belitung," kata Merinda.
Menurut Merinda, bantuan ini merupakan aksi nyata yang ditunjukkan oleh UBB dalam membangun industri cokelat di Bangka Belitung. Untuk itu, dia berharap dengan adanya bantuan ini, industri cokelat di Bangka Belitung dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
"Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga telah mendorong pengembangan industri cokelat melalui pelatihan pengolahan cokelat bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk cokelat lokal," tutup Merinda.