Fenomena Bediding Landa Indonesia, Apa Pula itu?
Ilustrasi-screnshot-
MERASA suhu udara lebih dingin di malam hari sampai pagi hari walau Indonesia sedang memasuki musim kemarau.
-----------
NAH, fenomena ini dikenal dengan istilah bediding atau dalam bahasa Jawa disebut mbedhidhing dan umumnya terjadi di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena Bediding adalah hal yang wajar terjadi ketika puncak kemarau tiba.
Di mana, penurunan suhu tersebut juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosferik mulai dari minimnya tutupan awan, kelembapan udara rendah sampai adanya aliran angin kering dari Australia yang sedang mengalami musim dingin.
Faktor Penyebab
Menurut BMKG, fenomena bediding ini berkaitan erat dengan kondisi atmosfer yang umumnya terjadi saat kemarau. Pada periode ini, curah hujan berkurang dan langit cenderung cerah yang berarti tidak banyak awan yang menahan panas.
Akibatnya, panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer pada malam hari, menyebabkan suhu turun drastis menjelang pagi. Saat musim kemarau, udara jadi lebih kering karena jumlah uap air di udara sangat sedikit. Padahal, uap air berfungsi menyimpan panas di atmosfer.
Jadi, kalau uap air rendah, maka panas dari bumi tidak bisa tertahan dan langsung hilang ke angkasa. Akibatnya, udara di dekat tanah pun menjadi dingin. Kondisi ini makin terasa ketika angin muson timur dari Australia bertiup ke Indonesia bagian selatan.
Australia Musim Dingin?
Wilayah seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT pun merasakan suhu yang lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Meski pagi terasa dingin, suhu bisa melonjak tajam di siang hari.
Ini karena langit cerah dan sedikit awan, sehingga sinar matahari langsung menyinari permukaan bumi. Itulah kenapa hari bisa terasa sangat panas meskipun pagi harinya sangat dingin — ciri khas musim kemarau di Indonesia.
Prediksi BMKG
BMKG memprediksi udara dingin atau bediding akan terus terasa sampai akhir puncak musim kemarau, yaitu sekitar Agustus sampai awal September. Setelah itu, suhu akan mulai hangat lagi karena masuk masa peralihan menuju musim hujan.
BMKG juga menyampaikan bahwa musim kemarau tahun ini berbeda dari biasanya. Ada banyak wilayah di Indonesia mengalami kemarau basah—artinya walaupun sedang musim kemarau, hujan masih sering turun.