Merasa Terhina Pemicu Pembacokan Berujung Maut
--
SUNGAILIAT – Setelah diamankan Polsek Bakam dan kini menjalani proses lanjutan di Polres Bangka,
pelaku pembacokan di Desa Neknang diduga kesal. Akumulasi sering dikatakan belum menikah menjadi salah satu pemicu emosinya tak terbendung. Pelaku yang melakukan pembacokan Alfian Efendi (37) saat menghabisi korban Durani (37) berkali-kali melayangkan parang ke tubuh korban.
Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra melalui Kasi Humas AKP Era Anggraini, mengungkapkan kejadian yang berlangsung sekitar pukul 17.30 ini ketika korban sedang berada di kebunnya.
Korban lalu didatangi pelaku yang membawa sebilah parang dan korban sempat menyapa pelaku dengan santai. "Namun pelaku justru membalas dingin dan langsung menyerang,” ujar AKP Era Anggraini, Sabtu (19/4).
Tanpa banyak bicara, pelaku mengayunkan parang ke tubuh korban berulang kali hingga korban roboh tak berdaya. Seorang saksi yang berada di lokasi langsung melarikan diri ke desa untuk mencari bantuan.
Tak lama kemudian, Kepala Desa Neknang bersama warga datang dan segera mengevakuasi korban ke RSUD Sungailiat. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.15 WIB akibat luka bacok serius di sekujur tubuh.
Petugas dari Polsek Bakam yang menerima laporan segera menyisir lokasi. Pelaku akhirnya ditemukan bersembunyi di pondok kebunnya, masih menggenggam parang berlumur darah. Proses penangkapan sempat menegangkan karena pelaku enggan menyerahkan diri. “Setelah kami datangkan kakak kandungnya, pelaku akhirnya luluh dan menyerahkan diri tanpa perlawanan,” jelasnya.
Untuk menghindari amukan warga, pelaku langsung diamankan ke Polsek Bakam dan telah dilimpahkan ke Polres Bangka. Hasil pemeriksaan mengungkap motif tragis di balik pembacokan tersebut.
"Pelaku mengaku menyimpan dendam karena sering dihina terutama soal statusnya yang belum menikah. Rasa malu dan amarah yang menumpuk diduga jadi pemicu aksi brutal itu," jelasnya.
Polres Bangka juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan dalam kejadian tersebut. Saat ini, kasus masih dalam penanganan untuk proses hukum lebih lanjut dan guna keamanan pelaku diamankan di rutan Polres Bangka serta proses penyidikannya.(trh)