Dambus Masuk Sekolah Lestarikan Budaya Lokal
Dambus Masuk Sekolah Lestarikan Budaya Lokal.-Antara-
PANGKALPINANG - Majelis Kerapatan Adat Negeri (MKAN) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan program dambus masuk sekolah sangat bagus guna melestarikan budaya lokal dan kesenian tradisional masyarakat.
"Program sangat bagus, karena meningkatkan kecintaan siswa-siswi terhadap seni budaya lokal," kata Ketua Harian MKAN Kota Pangkalpinang Datuk Randindo Arsalim di Pangkalpinang, Jumat.
Ia mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang yang menerapkan Program Dambus Masuk Sekolah di tingkat SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang, sehingga generasi penerus bangsa ini lebih mengenal, mencintai, dan mampu bermain dambus. "Alhamdulillah, sejak diberlakukannya kurikulum dambus masuk sekolah ini sudah banyak anak-anak tertarik untuk berlatih bermain dambus," katanya.
Datuk Randindo Arsalim yang juga pemain dambus mengaku saat ini pemain dambus rata-rata seniman yang sudah berusia lanjut, sehingga dapat berdampak terhadap pelestarian kesenian tradisional Melayu ini. "Saya juga pemain dan pelatih dambus, sehingga kami sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah kota memberlakukan dambus masuk sekolah ini," katanya.
Menurut dia saat ini pelestarian dambus di kalangan anak-anak muda ini terkendala alat-alat musik dambus yang harganya relatif tinggi. Misalnya harga gitar dambus ini paling murah Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000 per unit, tergantung ukuran dan ukiran kepala rusa dan pelanduk.
"Alhamdulillah, masing-masing sekolah sudah memiliki alat-alat musik dambus ini seperti gitar, tawak-tawak, gong, gendang dan lainnya, namun kalau untuk dimiliki secara pribadi cukup sulit, karena harganya mahal," katanya. (ant)