Pengilen
Rusmin Sopian.-Dok Pribadi-
"Dulu saat beliau tidak mengemban amanah sebagai pemimpin Kampung atau orang biasa seperti kita ini, saya tidak pernah sama sekali mengkritisi bahkan menyinggung beliau pun sama sekali tidak pernah. Hubungan pribadi kami sangat baik," lanjut Markudut.
Beberapa warga Kampung yang mendengar uraian dari Markudut terdiam. Mulut mareka terkunci rapat.
Di mata Matgeriul dan warga Kampung, apa yang disampaikan Markudut, tokoh muda Kampung sungguh memberikan nilai-nilai pencerdasan bagi warga Kampung. Kritik yang disampaikannya adalah nutrisi yang menyehatkan bagi Pemimpin Kampung dalam menakhodai pemerintahan Kampung.
Apalagi kritik yang disampaikan Markudut di ruang publik itu , sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Bermuatan data.
Markudut tidak mengada-ada. Tidak pula memfitnah Kepala Kampung sebagai pemimpin. Hanya menyampaikan pendapat untuk kemajuan Kampung mereka.
"Untuk kebermajuan Kampung kita ini. Hanya itu niat saya sebagai warga Kampung. Tak lebih dan tak kurang. Tak niat untuk menjatuhkan dan merusak citra beliau sebagai Pemimpin di Kampung ini," jelasnya.
Apalagi, Markudut pernah menjadi bagian dari Tim Pemenangan Pak Kepala Kampung saat kontestasi politik beberapa tahun lalu yang menghantarkan Pak Kepala Kampung mengemban amanah sebagai Pemimpin Kampung mereka.
"Apa yang disampaikan Markudut adalah bentuk pertanggungjawaban moral beliau sebagai orang yang pernah membantu Kepala Kampung saat pemilihan Kepala Kampung yang lalu," cerita Matgeriul kepada beberapa warga Kampung saat mereka berkumpul di Pos Ronda Kampung. Cahaya rembulan diatas kepala.
"Betul, yang menjadi masalah terlalu banyak orang Kampung kita ini yang menjadi pengilen Kepala Kampung kita ini," celetuk seorang warga Kampung yang memakai baju kaos bergambar calon Kepala Daerah.
"Mereka yang menjadi pengilen Kepala Kampung takut kredibilitas mereka rusak di mata Pak Kepala Kampung. Mereka menjaga citra mereka dihadapan Pak Kepala Kampung dengan cara membabi buta melawan warga Kampung yang mengkritisi kebijakan Pak Kepala Kampung," Warga Kampung yang lainnya menimpali.
"Soal kritik yang disampaikan warga Kampung itu sesuai fakta, bagi kaum pengilen Pak Kepala Kampung itu berbahaya bagi kredibilitas mareka. Dalam pikiran mereka, yang utama adalah jangan ada yang mengkritisi kebijakan Pak Kepala Kampung," sahut warga Kampung yang lainnya.
"Pertanyaannya, apakah mereka dibayar? Mendapat gaji? Naik pangkat? Dan apakah mereka sejahtera dengan menjadi pengilen Kepala Kampung kita itu?," tanya seorang warga Kampung yang memakai topi berlogo sebuah merek dagang terkenal.
Warga Kampung yang berada di Pos Ronda terdiam. Tidak ada yang menjawab. Seketika hening menghampiri Pos Ronda.
Di sebuah rumah yang terletak di ujung Kampung, sekelompok orang sedang berkumpul. Mereka berdiskusi dengan sangat serius. Suara mereka lantang. Melengking. Bahkan terdengar suara perdebatan diantara sesama mereka. Sinar rembulan malam mulai menuruni langit.
"Siapapun yang mengkritisi kinerja Kepala Kampung, harus kita lawan. Harus kita serang. Jangan kasih kesempatan dan beri ruang bagi mereka, warga Kampung ini untuk mengkritisi kebijakan Pak Kepala Kampung," pinta seorang warga Kampung yang dikenal sebagai loyalis Kepala Kampung.