Membentuk Karakter Murid Melalui MATAMUDA
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Kedua, aman yang artinya seluruh kegiatan harus mengutamakan keselamatan Murid baik dari sisi sarana dan prasarana maupun sarana pendukung lainnya. Ketiga, nyaman, yakni murid berhak mendapatkan kenyamanan dan penghormatan terhadap hak-hak murid. Setiap murid berhak mengikuti kegiatan tanpa rasa takut, tertekan, ataupun diperlakukan secara tidak pantas.
Keempat, menyenangkan. Matamuda hendaknya dikemas dalam suasana yang hangat, akrab, dan menggembirakan. Kegiatan yang melibatkan murid secara aktif akan lebih menarik dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik.
Kelima, interaktif, yakni murid tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga diajak berdiskusi, bekerja sama, bermain, bereksplorasi, dan menyampaikan pendapat. Dengan cara ini, proses pengenalan madrasah menjadi lebih hidup dan mudah diingat.
Selanjutnya yang keenam adalah inklusif. Seluruh murid mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi tanpa membedakan latar belakang, kemampuan, kondisi fisik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Setiap murid harus merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar madrasah.
Ketujuh adalah edukatif. Setiap kegiatan harus memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan memberikan manfaat bagi perkembangan pengetahuan, karakter, maupun keterampilan murid. Dan terakhir bebas perundungan, yakni Matamuda tidak boleh memuat kegiatan yang bersifat menghukum, mempermalukan, merendahkan martabat murid, atau membahayakan keselamatan. Tidak diperkenankan pula memberikan tugas, atribut, maupun perlakuan yang tidak berkaitan dengan tujuan pendidikan.
Salah satu perbedaan lagi yang bisa dicermati dari kegiatan Matamuda tahun ini adalah persentase keterlibatan guru meningkat. Jika tahun-tahun sebelumnya kegiatan-kegiatan seperti ini lebih dominan dinakhodai oleh murid senior, maka ditahun ini peran guru sangat besar, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan selama Matamuda, maka wajib ada beberapa guru mendampingi. Hal ini untuk meminimalisir munculnya senioritas antara murid serta untuk menghindari juga ego sentries oleh senior.
Dilihat dari tujuan dan kegiatan-kegiatan yang ada dalam Matamuda, maka penulis meyakini akan ada perbaikan karakter murid ketika sudah mengikuti kegiatan Matamuda. Jika kegiatan Matamuda ini benar-benar dijalankan sesuai koridor yang diberikan kesuksesan pun akan diraih oleh lembaga pendidikan.**