Membentuk Karakter Murid Melalui MATAMUDA
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Oleh: Syamsul Bahri
Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
Tahun ajaran baru untuk seluruh lembaga pendidikan di Indonesia sudah dimulai. Dan seperti sudah menjadi ritual wajib, setiap memulai tahun ajaran baru seluruh lembaga pendidikan mengadakan kegiatan yang bertajuk pengenalan lebih jauh terhadap lembaga pendidikan masing-masing. Bermacam bentuk istilah dan kegiatan pun selalu dilahirkan demi membuat murid baru semakin kesemsem terhadap lembaga pendidikan yang mereka pilih.
Di lingkungan Kementerian Pendidikan dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kegiatan tersebut diberi nama MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) sedangkan di Kementerian Agama lembaga pendidikannya memakai istilah Matamuda (Masa Ta’aruf Murid Madrasah).
Istilah Matamuda ini adalah transformasi dari istilah sebelumnya yaitu MATSAMA (Masa Ta’aruf Santri Madrasah). Kementerian Agama mengubah istilah Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) menjadi Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Direktur Kurikukum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menegaskan pergantian nama kegiatan bukan sekadar perubahan istilah, melainkan bagian dari transformasi pendidikan madrasah yang lebih menempatkan murid sebagai subjek utama sekaligus memperkuat program madrasah ramah anak.
"Perubahan ini bukan hanya berbeda dari sisi nama atau singkatan, tetapi ada hal yang lebih esensial yang harus kita perhatikan. Salah satunya adalah penekanan yang lebih kuat pada program Madrasah Ramah Anak," kata Nyayu saat membuka Sosialisasi Petunjuk Teknis Matamuda Tahun Ajaran 2026/2027 secara live melalui kanal YouTube Pendis Channel, Kamis (2/7/2026).
Menurut Nyayu, maraknya persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pelaksanaan Matamuda harus menjadi momentum untuk membangun budaya madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. (kemenag.go.id)