Dibayar Tuntas di Padang Arafah
Ahmad Zainul Hamdi.-Dok Pribadi-
Begitu terkesannya saya dengan cerita itu, saya kemudian menyebarkan ke beberapa kawan sebagai candaan. Setiap kali saya cerita itu, semuanya bergemuruh dalam tawa. Melihat para sahabat tertawa, saya merasa puas sekali. Laknat betul ya saya?
Setelah merenungi dosa saya itu, saya kembali ke tenda. Jalan saya agak sedikit ngangkang. Saya tidak mau membayangkan bagaimana rupa telur dan sosis saya di balik kain ihram putih saya. Mungkin sudah matang dan siap untuk dihidangkan.(Sumber kemenag.go.id dengan judul yang sama)