Dibayar Tuntas di Padang Arafah
Ahmad Zainul Hamdi.-Dok Pribadi-
Saya meringis. Bimbang dan ragu menjalari batin. Dilanjutkan ataukah dihentikan? Kalau dihentikan, bubur masih berlepotan di lubang belakang. Juga, lubang depan belum sempurna bersihnya. Kalau dilanjutnya, akan jadi apa ini barang. Tapi, keputusan harus diambil. No point to return.
Dengan segala risiko, saya memutuskan untuk melanjutkan. Tidak mungkin kembali ke tenda dengan membawa bau bangkai. Apalagi ini sedang wukuf. Dengan mengumpulkan seluruh keberanian yang ada (sambil membayangkan para superhero), saya ambil jet shower, pelan-pelan memencetnya, dan wush. Sekali lagi semburan itu menghantam tubuh bawah saya.
Untuk mengurangi efek panas yang membara, yang melakukan strategi buka tutup. Agak sedikit membantu. Akhirnya, selesailah siksaan “jahanam” ini. Muka saya merah padam menahan sakitnya rasa panas bagian tubuh terpenting saya, yang selama ini saya jaga dengan penuh kasih sayang.
Karena ini sedang haji, saya mencoba mengambil hikmah di balik peristiwa ini. Oh Tuhan, dosa apa yang pernah saya lakukan hingga saya mendapat balasan seperti ini? Tak sulit bagi saya untuk menemukannya.
Dulu, saya pernah ngakak-ngakak mendengar kisah seorang kyai yang pertama kali mengikuti sebuah acara di hotel. Di tengah-tengah acara, dia ingin pipis. Diantarlah si kyai oleh santri yang mendampinginya kembali ke kamarnya. Sementara sang kyai masuk ke kamar mandi untuk pipis, si santri dengan penuh ta’dhim berjaga di luar pintu kamar mandi.
Tiba-tiba terdengar jeritan dari dalam kamar mandi, “aduuh”! Si santri panik, apa yang terjadi dengan kyainya di dalam. “Wonten nopo Kyai?” (Ada apa Kyai), tanya si santri dengan nada sopan bercampur khawatir. “Gak opo-opo” (Tidak apa-apa), jawab Kyai dengan nada suara sedikit bergetar.
Setelah beberapa saat, sang kyai keluar dari kamar mandi. Tampak raut mukanya sedikit memerah dengan langkah kaki yang tampak tak seperti sebelumnya. Saat kembali ke ruang acara, si Kyai dengan penuh welas asih memberi wejangan ke santrinya, “Tolong air di kamar mandi jangan dibuat panas ya.”