Menjadi Guru Entertainment
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Jenis-jenis entertainment di antaranya adalah penyanyi, aktor/aktris, komedian. Pertanyaannya, apakah seorang guru mampu menjadi entertainmet? Jawaban bukan saja mampu, tetapi harus dipaksakan mampu. Seorang guru harus mampu menjadi penyanyi, seorang guru wajib menjadi aktor, dan pada situasi tertentu seorang guru harus mampu menjadi komedian.
Guru sebagai penyanyi adalah agar guru dapat menyulap materi pembelajaran yang terasa rumit dan membosankan bagi murid menjadi sebuah lagu yang merdu di telinga murid-muridnya, sehingga materi pembelajaran bisa diserap dengan baik oleh murid. Bahkan Wakil Mendikdasmen, Alip Latipulhayat, juga pernah mengucapkan bahwa guru harus menjadi penyanyi yang baik dan melantunkan setiap pembelajaran menjadi lagu merdu untuk murid-muridnya di kelas.
Kemudian guru sebagai seorang aktor/aktris bisa disamakan sebagai seorang penampil. Sebagai seorang penampil seperti actor/aktris tentu guru memiliki gaya ekspresi sendiri-sendiri. Jika seorang actor/aktris ada yang gaya natural, gaya rok, gaya dangdut, ekstrimis dan lainnya. Maka demikian juga dengan guru memiliki bermacam-macam gaya. Dan tentunya semua gaya atau karakter itu akan membawa pengaruh sendiri-sendiri kepada murid.
Jadi, sebagai seorang aktor/aktris, guru harus benar totalitas dalam menghayati profesi mulianya. Jika diandaikan guru seorang aktor/aktris yang akan tampil maka ia akan menyiapkan begitu serius konsep penampilan, panggung, tata cahaya, alur acara dan lainnya. Konsernya guru adalah saat ia berdiri di depan siswa-siswanya di dalam kelas. Maka seharusnya jika guru benar-benar menghayati profesinya, seorang guru akan membuat konsernya berkesan.
Oleh karena seorang guru juga harus seperti itu, sebelum show di depan muridnya, seorang guru harus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari perangkat pembelajaran, metode pembelajarannya sampai kepada penampilannya. Dengan demikian, ketika seorang guru mulai melakukan performance maka ia akan disenangi oleh audiens (murid).
Seperti halnya para artis, jika mereka “show” di televisi tentunya akan berpenampilan yang menarik, pakaian yang rapi, memakai pengharum badan dan lain sebagainya. Tujuannya tentu untuk menarik minat para penontonnya. Begitu juga para guru, faktor penampilan merupakan salah satu faktor yang dapat membuat materi yang diajarkannya mudah diterima muridnya.
Menurut Mahmud Syamir al Munir, guru harus berpenampilan rapi, tapi harus dalam batas yang wajar jangan berlebihan, karena jika terlalu berlebihan justru akan membuat muridnya menjadi “tidak mood” lagi untuk belajar. Guru yang berpenampilan menarik akan membuat muridnya menjadi “tertarik” dan jika murid sudah “tertarik” pada sang guru, materi yang akan diajarkan menjadi mudah diserap oleh murid.