Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Dari Citra ke Kepercayaan Publik

Aziz Saleh.-Dok Pribadi-

Sayangnya, dalam praktiknya pemerintah sering sibuk menyiarkan, tetapi lupa mendengar. Komunikasi publik tanpa ruh kehumasan hanya menjadi pesan satu arah yang dingin. Humas yang baik mengubah komunikasi publik menjadi dialog—proses membangun pengertian dan rasa memiliki bersama. Ketika keduanya berpadu, komunikasi pemerintah tidak lagi berhenti di layar, tetapi hidup dalam kesadaran publik yang percaya dan terlibat. 

 

Tujuan akhir kehumasan pemerintah sejatinya bukan membuat masyarakat tahu, tetapi menumbuhkan kepedulian dan keterlibatan mereka dalam setiap langkah pembangunan. Humas harus menjadi motor penggerak kesadaran kolektif bahwa pembangunan bukan milik pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga bangsa. Namun pola komunikasi pemerintah hingga kini masih sering top-down—berbicara lebih banyak daripada mendengar. Dalam masyarakat yang semakin kritis dan partisipatif, ruang dialog menjadi mutlak. Pemerintah perlu membuka telinga, menampung aspirasi publik, dan menjadikannya bahan bakar kebijakan.  

 

Di tengah derasnya arus informasi dan rendahnya literasi publik, humas pemerintah memegang peran kunci sebagai penerang. Ia tidak hanya bertugas mengabarkan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan, rasa memiliki, dan harapan bersama. Ketika komunikasi publik dijalankan dengan empati, transparansi, dan konsistensi, kebijakan pemerintah tidak hanya dipahami, tetapi juga dihidupi oleh rakyatnya. Di situlah kehumasan menemukan makna tertingginya: menjadi jembatan antara kebijakan dan kesadaran publik.(Sumber kemenag.go..id dengan judul yang sama)

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan