Fatherless: Ketika Kapitalisme Merenggut Ayah dari Rumah
Wahyu Dwi Cahyanti-Dok Pribadi-
Padahal Allah subhanahu wata'ala berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa [4]: 34)
Ayat ini menegaskan tanggung jawab laki-laki sebagai pemimpin keluarga, bukan hanya memberi nafkah, tetapi juga menghadirkan bimbingan dan perlindungan. Namun sistem kapitalisme justru mencabut kemampuan itu dari tangan para ayah memaksa mereka kehilangan peran spiritual dan sosial di rumah.
//Ayah Adalah Pemimpin Sejati
Dalam pandangan Islam, ayah bukan sekadar pencari nafkah. Ia adalah pemimpin, pelindung, dan penanggung jawab keluarga.
Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Sistem Pergaulan Dalam Islam menjelaskan:
“Dikarenakan ayah adalah kepala rumah tangga, pemimpin sekaligus pengurus rumah tangga, sudah seharusnya ia memiliki perwalian (wilayah) atas rumah tangga. Ayah adalah wali bagi anak-anaknya... baik terkait dengan jiwa maupun harta.” (hlm. 297)
Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)