Baca Koran babelpos Online - Babelpos

OMI: Ajang Pembuktian Siswa Madrasah

Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-

      Di tahun 2025 ini, Kementerian Agama kembali membuat gebrakan terkait dengan kompetisi yang diadakan untuk siswa madrasah. Kompetisi itu diberi nama Olimpiade Madrasah Indoensia atau OMI. Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) adalah kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. OMI menjadi wadah bagi siswa madrasah untuk mengasah kemampuan sains, riset, dan nilai-nilai keislaman dalam suasana kompetisi yang sehat.

      OMI merupakan hasil penggabungandua event besar sebelumnya, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES), sehingga kini keduanya diintegrasikan menjadi satu platform untuk menciptakan budaya belajar yang kompetitif, kolaboratif, dan inovatif, sekaligus memperkuat karakter intelektual dan spiritual generasi muda. (kamimadrasah.com).

      Dalam penyelenggaraan perdananya, OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains Untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”. Tema ini mempunyai makna dan harapan agar seluruh potensi diri yang dimiliki para siswa dapat dijadikan inovasi dan menghasilkan prestasi melalui ruang kompetisi yang menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sehingga mampu membawa madrasah semakin mendunia.

      Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah menjelaskan bahwa OMI dilaksanakan sebagai upaya dalam menyediakan ruang kompetisi dan kolaborasi bagi murid untuk mengembangkan potensi bakat dan minat, kecakapan dan keahlian yang dimiliki para murid di bidang sains dan riset.

      Peserta OMI 2025 sendiri berasal dari madrasah dan sekolah umum, dengan ketentuan MI/SD kelas 5–6, MTs/SMP kelas 8–9, MA/SMA kelas 11–12, warga negara Indonesia, siswa aktif dengan NISN aktif, dan hanya boleh mengikuti 1 bidang lomba. Selanjutnya bidang lomba yang dilaksanakan adalah MI/SD Matematika, dan IPAS, MTs/SMP Matematika, IPA Terpadu, dan IPS Terpadu, serta MA/SMA Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi.

      Meski demikian masih perlu ada inovasi dan perbaikan tata kelola lomba OMI, seperti perbaikan dalam jadwal pelaksanaan yang beberapa kali mengalami perubahan, dan penggunaan aplikasi yang juga berubah, serta penentuan titik lokasi (tilok) yang hanya satu lokasi dianggap sebagian lembaga sangat merepotkan, sehingga ada usulan penentuan titik lokasi lomba disamakan saja seperti KSM. 

      Namun poin positifnya adalah pelibatan sekolan umum dalam OMI ini menandakan bahwa kejuaraan ini bukan bermaksud menjadikan siswa madrasah sebagai jago kandang saja. Pelibatan sekolah umum diharapkan menjadi cambuk semangat bagi siswa madrasah untuk membuktikan bahwa mereka juga mampu bersaing bukan hanya dengan teman-temannya sesame siswa madrasah. 

      Jadi, Olimpiade Madrasah Indonesia 2025 bukan sekadar lomba akademik, melainkan ajang pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan promosi nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan teknologi. Dengan mengikuti OMI, siswa madrasah memiliki kesempatan besar untuk mengukir prestasi di tingkat nasional dan internasional. Dengan OMI siswa madrasah juga bisa membuktikan bahwa mereka “jagoan” dalam segala bidang, bukan hanya di bidang keagamaan. Dan juga siswa madrasah bisa menunjukkan “taji” mereka untuk bersaing dan berkompetisi dengan siswa-siswa lain di luar madrasah. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan