Ayah Pierce Brosnan
Ayah Pierce Brosnan.-screenshot-
##
Kakek yang sangat selektif memilih menantu membuat ayah kelabakan mencari istri. Hal itu tidak diperkirakan akan terjadi. Mulai dari stamina setengah baya hingga penampilan yang harus menyesuaikan anak. Bagaimanapun gerakan menolak untuk tua menjadi pemikiran pertama, apalagi ketika kami tampil di depan publik.
Belum lagi masalah usia ayah dan ibu yang terpaut sangat jauh. Ayah saat itu berusia lima puluh, sedangkan ibu baru dua puluhan. Ibu yang cantik mengundang decak kagum ketika bersanding dengan ayah.
“Anaknya ya, Pak?”
“Bukan, ini istri saya,” Jawab ayah.
“Oh, maaf . . ,” ujar tante-tante muda di sekolah.
Selain saya dikira cucu dari ayah, ibu pun mendapat julukan “anak” ketika bersanding dengan beliau. Rasanya ingin tertawa, tapi takut dosa, padahal tawa sudah ada di ujung leher, tak mungkin tawa itu ditampung di dalam tas.
Kalau ini bukan Pierce Brosnan bersanding dengan Michelle Yeoh , tapi Yeoh dengan Sean Connery, pemeran James Bond Dr. No, sekuel 007 tahun 1962. Tentunya Sean sudah sangat renta jika dibanding dengan Michelle Yeoh. Jika harus melawan musuh yang lebih muda pastilah pemeran utama film keluaran 1962 akan patah pinggang, apalagi melawan nuklir soviet awal 90’an. Tidak mungkin Michelle Yeoh berpetualang dengan aki-aki.
Tapi biarpun “tua” tetap saja ayah seorang agen 007 yang memesona tante-tante muda sekalipun. Dia tetap mampu menggendong ibu lewat tali yang menggantung di gedung-gedung, lalu melepas tembakan dan menghancurkan musuh terberat dalam Tommorow Never Dies. Ayah Pierce Brosnan masih mampu menghibur penonton, lalu menobatkan sekuel agen James Bond 007 menjadi best movie.**