Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Misbar Ingin Mengajar Lagi

Syabaharza.-Dok Pribadi-

Cerpen Syabaharza

PAGI itu Misbar hanya memakai kaos oblong warna putih. Ia duduk di kursi rotan warisan orang tuanya. Di meja yang juga terbuat dari rotan tampak segelas kopi hitam yang sudah tidak mengeluarkan asap lagi. Kerupuk yang digoreng tidak sempurna menemaninya pagi itu. Walau sedikit alot, namun kerupuk itu habis juga dilahapnya. Sehingga toples tempat kerupuk tadi hanya menyisakan genangan minyak jelantah yang sudah menghitam. 

 

Hari itu tidak ada rokok yang biasanya nangkring di bibir Misbar. Sudah sepekan ini ia menyatakan break dengan rokok kesayangannya. Hal itu dilakukannya dengan sangat terpaksa. Jika ditanya dalam hatinya tentu ia akan menyatakan masih mencintai dan menyayangi benda yang selalu mengeluarkan asap jika dibakar itu. Sebelum ia pisah ranjang dengan bestie-nya tersebut, dalam sehari biasanya ia bisa menghabiskan berpuluh batang.

 

Peristiwa sepekan yang lalu yang membuat Misbar tidak mampu lagi membawa rokok sebagai temannya untuk bersantai. Semua uang tabungannya sudah ludes untuk kebutuhan sehari-hari selama sepekan. Hendak berhutang dengan saudara atau tetangga, Misbar sudah sangat malu, karena jika dihitung dan dikumpulkan tumpukan hutangnya sudah hampir menyamai gunung Everest. Jangankan berhutang, menampakkan wajahnya pun ia sudah tidak berani, atau lebih tepatnya sudah malu tingkat tinggi.

 

Jika waktu bisa diputar kembali, tentu Misbar tidak akan melakukan hal yang membuat ia dipecat dari pekerjaan. Dari hal tersebut ia bisa mengambil kesimpulan, bahwa sebuah niat baik belum tentu dianggap baik. Tindakan yang menurutnya sudah benar ternyata dianggap salah oleh sebagian orang. 

 

Celakanya tindakannya itu membuat ia dipecat dengan tidak hormat dari tempatnya bekerja. Namun, seperti kata pepatah, semua sudah menjadi bubur. Yang harus dilakukannya adalah menerima bubur itu dan sebisa mungkin membuat bubur itu menjadi nikmat untuk disantap. Ia harus memutar otak, agar keadaannya segera berubah dan ia harus bisa keluar dari masalahnya ini. 

 

**

 

Waktu itu di halaman sekolah elite sudah berkumpul beberapa siswa dengan berbagai penampilan. Jika dilihat dari penampilan siswa tersebut, mereka sedang menjalani sanksi dari pihak sekolah. Yang paling mencolok dari penampilan siswa-siswa tersebut adalah style rambutnya yang aneh-aneh. Ada yang rambutnya berdiri kaku seperti anak punk, ada yang rambutnya panjang sampai menutupi telinganya dan yang paling aneh ada yang rambutnya berwarna selain hitam.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan