Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Mutiara Tak Pernah Kehilangan Nilai

Marhaen Wijayanto-Dok Pribadi-

 

Dengan baju kuning bertuliskan nama “Ronaldo,”  tak terlihat jika dia siswa berprestasi. Dari celana kotor dan bau itu nasihat kakek tentang korupsi menjadi beban di kepala saya. Apa benar sekarang musuh terbesar kita berasal dari bangsa sendiri?   

 

Kakek tersenyum mendengar kalimat yang terucap dari bibir Ustaz Herman. “Tidak disiplin itu sudah mengakar sejak De Guzman mendaratkan kapalnya di Sunda Kelapa. Artinya praktik memberi emas pada si babi itu bagian dari kehidupan kolonialisme yang sudah mendarah daging!”

 

Berbeda dengan kopi kakek dan Pak Ustaz Herman semakin dingin, sindiran dari kedua orang tua itu pada kanan dan kiri semakin panas. Berpura-pura tidak melihat adalah dosa. Bagi beliau berdua, anak semacam si Topik ini perlu mendapat emas karena memang dia berhak menerimanya. Memberi emas pada si babi tidaklah ada gunanya. 

 

Jalanan di pasar itu semakin becek saja. Apalagi semenjak hujan turun melampaui batas akhir tahun ini bercampur dengan tanah membuat lantai pasar semakin rusak. Air yang menggenang di sana sudah mirip kopi susu yang saat ini kami nikmati. Orang-orang yang berbelanja sekarang memilih pergi ke swalayan besar di pusat kota daripada membeli sayuran di pasar berlantai rusak. Itulah yang membuat orang-orang malas berbelanja ke pasar tradisi. 

 

Orang-orang di pasar itu mesti melawan sepi dengan tanah yang semakin melumpur. Katanya jalanan di pasar tradisional akan segera di perbaiki dan diganti dengan lantai pasar yang layak untuk pedagang. Tapi kata lurah pasar, anggaranya belum ada, sehingga teman saya yang juara kelas itu celananya semakin penuh dengan lumpur. 

 

Air yang menggenang di pasar berwarna kecokelatan. Saya yang sangat jarang minum kopi sengaja dipesankan teh oleh Pak Ustadz Herman. Satu hirup teh di gelas semakin mengajak saya untuk bersyukur. Di hirupan kedua, teh di gelas cokelat ini semakin nikmat saya rasakan.  Apalagi melihat beberapa anak kecil lain bergabung dengan Topik. 

 

Jaring yang menengadah ke langit tetap terlihat. Ketakjujuran akan tetap tampak dan terlihat. Tak ada satupun yang akan lolos. Orang besar mampu menelan yang jernih dan keruh. Kejahatan seperti apapun bentuknya pasti akan terungkap. Ibarat kejahatan yang tersebar sepanjang seribu mil, semua akan tampak pada waktunya.  

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan