SUNGAILIAT ATAU SUNGAILEAT (Bagian Tigabelas)
Akhmad Elvian-screnshot-
Perjalanan dilanjutkan menuju Sungailiat dan sampai pada pukul 3 sore (15.00). Mereka berhenti di sebuah masjid dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju rumah kepala pemerintah Sungailiat. Ada 100 orang Sungailiat yang menyambut kedatangan para pemimpin Republik Indonesia dengan meneriakkan pekik “Merdeka” dan berjabat tangan. Kemas Zainal Abidin membangkitkan semangat di kalangan masyarakat Sungailiat dengan memimpin salam “Merdeka” secara lantang dan keras. Setelah makan malam, mereka kembali ke Masjid untuk melaksanakan sholat bersama-sama masyarakat Sungailiat yang berduyun-duyun datang ke Masjid. Pada pukul 21.30 WIB rombongan menuju Pangkalpinang untuk istirahat dan bermalam.
Kunjungan ke Sungailiat juga dilakukan oleh Ir Sukarno, AG. Pringgodigdo dan Suwanto (Wakil Kapolri yang datang bersama rombongan UNCI) pada tanggal 29 Maret 1949. Kunjungan ke Sungailiat, dilakukan ke rumah Jusuf Saad Alfirdausi (seorang guru Sekolah Arab), rumah Kepala Pemerintahan Sungailiat (bestuurhoofd dan ke Masjid. Depan rumah Jusuf Saad Al Firdausi yang sudah dipasang gerbang kehormatan yang dihiasi bunga merah dan di atas gerbang terdapat tulisan huruf besar”M”. Dalam rumah terpasang bendera merah putih berukuran 1 x 0,80 meter dan lukisan potret Sukarno. Ada 800 orang yang menyambut kehadiran rombongan Sukarno dan menyapa dengan pekik Merdeka. Bung Karno naik panggung untuk menyampaikan pidato singkat. Selepas itu mereka menuju rumah kepala pemerintahan Sungailiat dan masjid. Penghulu Abu Bakar (salah satu pengurus Serikat Kaum Buruh) memberikan sambutan ungkapan syukur kepada Allah SWT dapat bertemu langsung dengan Sukarno yang dipanggilnya Bapak Yang Mulia. Sukarno membalas sambutan dengan menyebut sebelum matahari terbit pada tahun 1950, kemerdekaan Indonesia akan tercapai. Ketika kembali ke rumah Jusuf Saad Al Firdausi , orang-orang yang menunggu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diiringi korps musik MUSI. Dalam kesempatan ini Ishak Lazim memberikan kenangan-kenangan kepada Sukarno berupa batu mulia.(Bersambung).