Final Ideal, Spanyol Lawan Argentina
Messi dan Kane-screenshot-
"Saya memimpikannya (gol itu), sungguh. Saya mengatakan kepada Alexis (Mac Allister) bahwa saya akan mencetak gol," kata Lautaro selepas pertandingan dilansir laman resmi FIFA.
"Saya juga mengatakan kepada Facu Medina di bangku cadangan bahwa saya akan masuk dan memenangkan pertandingan. Dan akhirnya kesempatan itu datang kepada saya," ujar dia menambahkan.
Lautaro yang baru masuk lapangan pada menit ke-81 menjadi pahlawan kemenangan Argentina ketika menanduk umpan silang Lionel Messi dua menit memasuki waktu tambahan babak kedua. Gol itu praktis menuntaskan kebangkitan Argentina yang sempat tertinggal dan berbalik menang atas Inggris untuk membawa sang juara bertahan melaju ke final Piala Dunia dua edisi beruntun.
Penyerang Inter Milan itu juga memuji gol penyama kedudukan yang dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-85. Menurutnya, gol tersebut menjadi titik balik kebangkitan Argentina setelah terus menekan Inggris pada fase akhir pertandingan.
"Enzo juga mencetak gol yang luar biasa. Sekarang setelah saya lebih tenang, saya bisa mengatakan bahwa tim ini terus menunjukkan karakter yang kami miliki," ujarnya.
Lautaro juga menilai perubahan permainan Inggris turut membantu Argentina mengambil alih kendali pertandingan. Menurutnya, skuad asuhan Thomas Tuchel mulai kehabisan tenaga setelah terus melakukan tekanan selama 60 menit.
"Mereka tidak punya tenaga lagi, lalu memilih bertahan lebih dalam. Itu membuat kami lebih tenang saat mengalirkan bola. Kami mampu melebarkan permainan dan pada akhirnya mencetak dua gol," ucapnya.
Sementara Kapten timnas Inggris Harry Kane menilai timnya kalah karena memilih bermain terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu atas Argentina pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis. Menurutnya, strategi tersebut tidak cukup untuk memenangkan pertandingan di level semifinal Piala Dunia.