Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Lemah Bilong

Ahmadi Sopyan-screnshot-

HARUS diakui, demokrasi terbuka banyak melahirkan kompetisi terbuka untuk menjadikan seorang pemimpin struktural. Tapi kadangkala uphoria demokrasi menjadikan banyak bermunculan alias tiba-tiba muncul orang yang hanya sibuk bicara kursi bukan visi misi, ajang merebut kursi bukan prestasi dan parahnya ajang unjuk kekuatan modal.

Sebagai rakyat, ajang Pemilu dan Pilkada misalnya, seharusnya dijadikan moment untuk melihat, meraba dan memilih siapa yang layak untuk membangun lebih baik, merubah kehidupan masyarakat,  menyelesaikan persoalan, mencari solusi yang tepat, tahan akan kritikan, menempatkan orang yang tepat pada posisinya serta mampu “berpuasa” ditengah kuasa. Kita butuh pemimpin yang cerdas dan pintar, tapi bukan berarti harus bertitel berderet atau sekedar Proffesor. Kita butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat, tapi bukan saat sedang mencalonkan diri saja. Kita butuh pemimpin yang mampu mendengar bukan hanya diberikan pendengaran alias gampang dengar laporan dan omongan sehingga menjadi perilaku pemimpin “lemah bilong”. Akhirnya kritikan seringkali dianggap “antek asing” atau dikira hendak menjatuhkan.

Untuk itu, penting guna memperhatikan dengan seksama siapa orang-orang kepercayaannya, orang-orang disekitarnya, keluarganya, orang-orang yang berpengaruh pada dirinya. Apakah sang calon pemimpin ini memiliki ketegasan, keberanian, kreativitas dan inovasi untuk membangun, ataukah hanya sekedar anggak-angguk gunting pita atau plesiran keluar negeri tanpa hasil. Kita butuh pemimpin yang memberikan senyuman bagi masyarakat dengan kinerja nyata yang kreatif sehingga membuat negeri kita menjadi negeri yang benar-benar besar, terkelola sumber daya alamnya dan semakin meningkat kualitas sumber daya manusianya. 

Pemilu ataupun Pilkada masih sangat lama, masih 3 tahun lagi, tentu masih sangat cukup waktu untuk mengolah diri untuk tidak kembali memilih orang yang salah, baik salah kaprah maupun salah tingkah. Saatnya memperhatikan dengan jeli “keringol” dan konsistensi sikap serta keilmuan dan ketegasan para calon pemimpin yang nantinya “menjajakan” diri ditengah kita para rakyat. 

Ingat, bilong alias telinga alias kuping adalah salah satu panca indera penting, oleh karenanya, jangan pernah meremehkan persoalan “bilong” sang pemimpin. Sebab, terbukti saat ini......

Salam Bilong!(*)

    

    

    

    

    

    

 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan