Ngeri! Tikus Sumber Utama Penularan Hantavirus?
Ilustrasi-screnshot-
KORANBABELPOS.ID.- Tikus meski menjijikkan, namun selalu ada di semua tempat. Dan, hantavirus saat ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), karena berpotensi penularannya yang berbahaya dan dapat berujung fatal. Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis yang dibawa hewan pengerat (tikus) dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia.
Salah satunya adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal. Gejala HFRS meliputi demam sakit kepala nyeri tubuh hingga gangguan ginjal dengan masa inkubasi 1 hingga 2 minggu.
Sementara HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) ditandai demam batuk dan sesak napas dengan masa inkubasi lebih panjang hingga delapan minggu.
Kemenkes mengingatkan kelompok berisiko tinggi seperti petugas kebersihan petani dan pekerja konstruksi untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat beraktivitas di area dengan populasi tikus tinggi atau lingkungan lembap.
Virus ini ditularkan melalui kotoran tikus dan dapat memicu dua penyakit utama yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS yang menyerang paru-paru serta Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS yang menyerang ginjal.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan bahwa kasus hantavirus di Indonesia umumnya merupakan tipe HFRS dengan strain Seoul virus.
Bagaimana dengan yang Kapal Pesiar?
Kasus yang terjadi di kapal pesiar MV Hondius termasuk tipe HPS dengan strain Andes virus yang memiliki karakteristik berbeda. Faktor risiko utama adalah kontak erat dengan tikus atau celurut terinfeksi termasuk paparan urine feses dan air liurnya," ujar Andi dalam konferensi pers secara darling, di Jakarta, Senin 11 Mei 2026.
Berdasarkan data Kemenkes mencatat sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus hantavirus yang tersebar di 29 provinsi.
"Rinciannya satu kasus pada 2024 meningkat menjadi 17 kasus pada 2025 dan lima kasus ditemukan hingga tahun ini," kata Andi.
Virus ini disebabkan oleh Orthohantavirus dari famili Hantaviridae. Dari sekitar 50 strain yang ada setidaknya 24 dapat menginfeksi manusia termasuk Seoul virus Andes virus dan Sin Nombre virus.
Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan hewan pembawa atau melalui inhalasi partikel udara yang terkontaminasi. Meski demikian penularan antar manusia sangat jarang terjadi dan hanya terbatas pada tipe HPS di wilayah tertentu seperti Amerika Selatan.***