Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Buntut Perilaku 'Ala Preman' Dalam Ponpes, Belasan Santri Dipanggil Polda Babel

Kapolres Bangka Saat Membezuk Korban.-screnshot-

KORANBABELPOS.ID.- Nah, ini buntut perilaku 'ala preman' jalanan sekelompok oknum santri dalam salah satu Pondok Pesantren (Ponpes), di Kawasan Mendo Barat, Bangka.  Belasan santri kini dipanggil oleh Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna menjalani pemeriksaan.

Terlepas bagaimana hasil pemeriksaan Polda, namun tampaknya kasus ini harus menjadi perhatian semua pihak.  Tidak bisa hanya dengan penyelesaian 'harap maklum'.

Karena, data yang diperoleh menyebutkan, akibat ulah kekerasan para santri itu, salah satu santri berinisial, AH (15) menjadi korban harus mendapat perawatan medis. Dan tak terima atas kejadian ini, pihak keluarga korban langsung lapor ke ke Polda Babel.

Akibat peristiwa ini, santri AH menjadi trauma dan besar kemungkinan tak mau lagi menempuh Pendidikan di Pondok pesantren tersebut.  Tak hanya AH, keluarganya juga menyatakan kekecewaan yang mendalam atas perlakuan yang diterima yang sangat tidak mendidik itu.

Sementara itu, beberapa klarifikasi dari Ponpes yang beredar di Media Sosial, terlihat jawaban yang sangat normative.

Staf pimpinan pesantren, Imam Subani, mengatakan pihak pesantren tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan dan akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan santri.

“Kami tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi kami, terutama dalam hal pengawasan dan pembinaan santri,” dalihnya.

Ia juga menyebut pihak pesantren berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan persoalan tersebut secara baik dan transparan.  Sementara itu, Supri, selaku guru sekaligus Humas Pesantren, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah internal terkait kejadian itu.  Namun tidak dijelaskan secara tegas langkah-langkah internal dimaksud.  Termasuk apa sanksi internal Ponpes atas para oknum santri yang menjadi pelaku.

Di sisi lain, public yang geram dengan peristiwa ini --karena ada yang menyatakan ini bukan yang pertama-- meminta agar santri yang bertindak 'gaya preman' disikapi tegas, terlepas dari sanksi hukum atas laporan pihak keluarga.***

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan