Beras, Air dan Api
Ahmadi Sopyan-screnshot-
Dari hasil pertemuan dengan pihak Pertamina dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang difasilitasi oleh Ketua DPRD, membuahkan hasil yang pastinya ditunggu oleh masyarakat, diantara point tersebut: (1) Pada Hari Kamis (05/02/2026) pihak Pertamina berjanji gas LPG di Bangka Belitung sudah terdistribusi secara normal. (2) Pihak Pertamina berjanji tidak ada kelangkaan gas di saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang sebentar lagi kita jumpai bersama. (3) Bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk Tim Pengawasan terpaduk guna memastikan distribusi LPG bersubsidi sesuai aturan dengan melibatkan aparat penegak hukum. (4) Perlunya kepastian hukum terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kg. (5) Sebagai langkah jangka panjang, DPRD Babel bersama Gubernur mendesak Pemerintah Pusat untuk membangun kilang atau depo penampuangan LPG baru di Bangka Belitung. Hal ini sangat krusial mengingat karakter wilayah Kepulauan dengan kondisi cuaca laut yang ekstrim. Dan selanjutnya saya meminta kepada pihak Pertamina untuk tidak eksklusif, membersamai masyarakat Bangka Belitung, bermitra dengan kelompok masyarakat seperti Pedagang Kaki Lima dan lain sebagainya agar keberadaan Pertamina adalah sahabat masyarakat bukan BUMN yang “dak nabat”.
Nah, melalui tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan kepada para pihak terkait, baik itu penyedia atau pengelola 3 hal (Beras, Air dan Api), pemerintah Eksekutif maupun Legeslatif, agar benar-benar cepat tanggap dalam mengurus 3 hal tersebut, jika tidak maka bersiaplah sengsara dan menyengsarakan. Percayalah, untuk masalah 3 hal ini, saya pasti tidak sekedar ngoceh, tapi beraksi keras.
Melalui tulisan ini saya juga ingin memberikan apresiasi kepada Didit Srigusjaya, selain komunikatif, beliau sosok Ketua DPRD yang aspiratif dan solutif. Wajar kalau beliau selalu terpilih dengan suara terbanyak dan menjadi Ketua DPRD Provinsi 2 periode. Sehat selalu Bang Didit Srigusjaya..... terus bersinar sebagaimana terangnya sinar lampu menyoroti “penujong” (kepala) Bang Didit yang tak ditumbuhi sehelai rambut pun.
Salam aspiratif!(*)