Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Yaqut Ngaku tak Terima Duit?

Yaqut Cholil Qoumas-screnshot-

ALASAN Yaqut Cholil Qoumas pilih Prancis daripada pansus DPR terkait dengan kuota haji menjadi pertanyaan berbagai pihak dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.

------------------

KUOTA haji sendiri menjadi permasalahan yang besar pada akhirnya, di mana Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Kuota haji.  Dalam podcast di akun @ruangpublikIDN, Gus Yaqut menyampaikan jika dirinya tidak menerima sepersenpun uang dari proses pembagian kuota haji.

Gus Yaqut mengatakan bahwa pembagian kuota 50:50 juga merupakan upaya pihaknya dalam menjaga keselamatan jamaah haji yang akan berangkat saat itu.  Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, pihak DPR juga sempat menggelar Pansus untuk memperjelas duduk permasalahan dari pembagian kuota haji.

Nusron Wahid yang merupakan Ketua Panitia Khusus Hak Angket atau Pansus Haji pada Desember 2024 lalu menyampaikan jika Pansus tersebut diadakan untuk memastikan apakah adanya dugaan pelanggaran hukum dalam penetapan kuota haji.  Adapun dugaan pelanggaran yang ditudingkan adalah pembagian antara kuota haji khusus dan haji reguler karena tidak berdasarkan pada Keppres Nomor 6 Tahun 2024.

Pihak Kementerian Agama saat itu menyampaikan untuk kuota haji reguler sebanyak 221.000 kuota haji reguler serta 20.000 kuota haji tambahan untuk musim haji 2024.  Diketahui bahwa Gus Yaqut tidak menghadiri Pansus yang digelar oleh DPR RI tersebut karena berangkat untuk menghadiri acara Konfreresi Perdamaian Paris Prancis pada 23 September 2024.

Dalam podcast di akun @AkbarFaizalUncensored, Islah Bahrawi menyampaikan bahwa dirinya sempat merasa keanehan kenapa Gus Yaqut tidak datang ke Pansus DPR.

"Diberita saya lihat, kenapa Gus Yaqut berat banget datang ke Pansus," ungkapnya saat melakukan podcast bersama Faisal Akbar.

Islah menyampaikan bahwa dirinya mencoba untuk bertanya langsung ke mantan Menteri Agama tersebut.

"Gus kenapa anda tidak datang ke Pansus," tanyanya.

Saat itu Gus Yaqut menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya ingin datang langsung ke Pansus untuk menyampaikan terkait kuota haji yang saat ini dipermasalahan, dan menjeratnya atas dugaan kasus korupsi.

Islah mengatakan bahwa Pansus merupakan kesempatan bagi Gus Yaqut untuk menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi dalam penetapan kuota haji.

"Kan itu adalah media sampeyan, kesempatan sampeyan untuk menceritakan semua," terang Islah.

Diketahui bahwa saat bersamaan dengan jadwal Pansus terdapat Konferensi Perdamaian yang berlangsung di Paris, Prancis.  Seharusnya Konferensi Perdamaian dihadiri oleh Menteri Pertahanan yang saat itu dijabat oleh Prabowo Subianto.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan