Kisah Haru Pemulangan 9 Pekerja Migran, Korban TPPO Kamboja
Upaya Pemulangan.-screnshot-
BARESKRIM Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) memulangkan 9 pekerja migran Indonesia, yang menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
-----------
PEMULANGAN ini merupakan hasil kerja Desk Ketenagakerjaan Dittipidter Bareskrim Polri, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, imigrasi Kamboja, dan BP2MI. Para korban diduga direkrut secara ilegal dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, mengalami kekerasan fisik maupun psikis.
Salah seorang korban perempuan bahkan sedang hamil enam bulan saat diselamatkan. Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, menegaskan, langkah ini menunjukkan komitmen negara melindungi pekerja migran.
"Kasus ini menjadi perhatian serius karena korban direkrut dengan janji gaji tinggi, namun justru dieksploitasi," ujarnya.
Ke 9 korban sebelumnya diduga direkrut secara ilegal dan dipaksa bekerja sebagai admin judi online atau scammer, disertai kekerasan fisik maupun psikis.
Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono mengatakan langkah ini wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya pekerja migran yang rentan menjadi korban kejahatan lintas negara.
"Polri berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada warga negara Indonesia, termasuk pekerja migran. Kasus ini menjadi perhatian serius karena para korban direkrut dengan iming-iming gaji besar, namun justru dieksploitasi dan mengalami kekerasan," katanya kepada awak media.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para korban berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Lampung, dan Riau.
Mereka diketahui ditempatkan di sejumlah wilayah di Kamboja, seperti Poipet, Bavet, Chrey Thrum, dan Sihanoukville.
Bahkan, salah satu korban perempuan diketahui dalam kondisi hamil enam bulan saat berhasil diselamatkan oleh tim gabungan.
Dijelaskannya, keselamatan korban menjadi prioritas utama selama proses penanganan di Kamboja, mulai dari penyediaan tempat tinggal sementara, pemenuhan kebutuhan logistik, hingga pendampingan kesehatan.
"Alhamdulillah seluruh korban berhasil dipulangkan dalam keadaan selamat. Selama berada di Kamboja, tim memastikan kebutuhan dasar dan keamanan para korban terpenuhi, termasuk perawatan medis bagi korban yang membutuhkan perhatian khusus," jelasnya.
Dalam perkara ini, penyidik telah mengantongi sejumlah nama terduga pelaku, mulai dari perekrut di dalam negeri, tim leader, hingga bos perusahaan scam di Kamboja.