Dak Nenger di Padah
Ahmadi Sopyan-screnshot-
Tapi sikap dan perilaku “dak nenger dipadah” atau “nyo nek kato nyo-lah” alias dia mau apa kata dia-lah masih tetap mendarah daging dan bagian dari nafas yang memberi energi kepada kita masyarakat Bangka Belitung. Ada nilai positif dan negatif dalam sifat atau watak tersebut, tinggallah kapan dan dimana meletakkannya. “Nyo nek kato nyo-lah” dan “dak nenger di padah” bisa jadi menunjukkan bahwa orang Bangka Belitung memegang kokoh prinsip hidup, konsisten, istiqomah, sehingga tak gampang diombang-ambing oleh pendapatan dan pernyataan orang lain.
Nah..., yang terpenting kokohnya sebuah prinsip itu haruslah diiringi dengan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama, bukan sekedar “berprinsip” yang justru menjadikan kita masuk kedalam golongan manusia seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an, yakni Bani Israil, salah satu golongan manusia yang pintar otak tapi tak bagus watak sehingga berperilaku “dak nenger di padah”.
Salam Dak Nenger! (*)