Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Agus Suparmanto Ketum PPP?

Muktamat PPP-screnshot-

EKS Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto terpilih sebagai Ketua Umum PPP secara aklamasi dalam proses Muktamar X partai berlambang Ka'bah di Ancol, Jakarta, pada Sabtu (27/9).

--------------

PIMPINAN Sidang di Muktamar X PPP Qoyum Abdul Jabbar membeberkan kronologi lengkap sebelum Agus Suparmanto menjadi Ketua Umum PPP secara aklamasi.

Awalnya, kata Qoyum, Sidang Paripurna I di Muktamar PPP pada Sabtu kemarin dibuka dan dipimpin oleh elite PPP Amir Uskara.  Diketahui, Muktamar X berisi beberapa agenda sebelum menentukan ketum definitif. Semisal sidang pleno dan paripurna. 

Namun, lanjut Qoyum, para muktamirin menolak Amir memimpin Sidang Paripurna I, karena berstatus timses paslon.

"Pak Amir sama sekali tidak menghiraukan dan memberi kesempatan untuk peserta mengungkapkan pendapatnya," kata dia.

Qoyum mengatakan Amir sampai mencabut hak muktamirin saat memimpin Sidang Paripurna I dengan meminggirkan suara peserta.

"Pak Amir mengungkapkan kalimat menantang muktamirin yang mencederai tata aturan sidang dan keabsahan sidang dengan menghilangkan hak bicara peserta Muktamar," ujarnya.

Amir, kata Qoyum, sampai bilang sebagai pemimpin Sidang Paripurna I dan memegang palu, sehingga berhak menentukan agenda acara.  Dia mengatakan pernyataan itu mengundang perselisihan peserta sidang dan memicu kericuhan. 

Amir, kata Qoyum, tidak bisa melanjutkan sidang dan seluruh pimpinan kegiatan meninggalkan ruang sidang. 

"Dengan kekosongan pimpinan sidang, muktamirin menuntut sidang dilanjutkan," ujarnya.

Kemudian, kata Qoyum, muktamirin memilih beberapa nama seperti dirinya, Komaruddin Taher, Rusman Yakub, Qonita Lutfiyah, Chairunnisa, Ainul Yakin, Dahliah Umar, dan Musyafa’ Noer memimpin sidang di Muktamar.

Sidang Paripurna I di Muktamar X kemudian berlanjut untuk membahas jadwal acara hingga tata tertib yang dipimpin Qoyum Abdul Jabbar dan sekretaris Komarudin Taher.  Setelah itu, Muktamar X beragenda Sidang Paripurna II terkait penyampaian pertanggungjawaban atau LPJ DPP PPP masa bakti 2020-2025. 

Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono diundang ke dalam Sidang Paripurna II untuk menyampaikan LPJ DPP PPP, tetapi tak kunjung hadir.  Setelah itu, agenda berikutnya mendengarkan pendapat muktamirin terhadap LPJ DPP PPP masa bakti 2020-2025. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan