Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Spanyol Boikot Israel

Khaled Al Qoddoumi-screnshot-

PIMPINAN Hamas Dr. Khaled Al-Qoddoumi menuduh Israel melakukan genosida dan menyerukan penangguhan terhadap keanggotaannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

--------------

IA menilai dunia internasional disebut harus memutuskan semua hubungan ekonominya dengan Israel atas tindakan mereka di Jalur Gaza.  Dalam sebuah wawancara pada Rabu, 17 September 2025, Khaled menuduh Israel melakukan genosida dan merusak berbagai upaya perdamaian.

Seruan boikot Israel itu muncul di tengah serangan baru Israel di Kota Gaza dan menyusul serangan udara pekan lalu di ibu kota Qatar, Doha.  Serangan jet tempur Israel itu setidaknya menewaskan enam orang, termasuk seorang petugas keamanan setempat.

Khaled memuji Qatar, yang telah memainkan peran sebagai negosiator utama antara Hamas dan Israel sejak perang di Gaza meletus.  Ia juga mengapresiasi kehadiran Mesir. Ia menegaskan Israel telah menyabotase perundingan damai tersebut.

"Netanyahu datang dan membunuh para pemimpin kami, lalu melancarkan invasi baru dan menghancurkan menara-menara hunian di Gaza," terangnya kepada RT, dikutip Jumat, 19 September 2025.

Menurutnya Hamas telah menerima proposal dan bersedia melepas tahanan secara penuh, tetapi negosiasi itu gagal karena serangan baru Israel.

Serukan Boikot Israel

Khaled menyerukan seluruh dunia internasional untuk bergerak dan membuat kecaman secara verbal terhadap Israel.  Kecaman tersebut yakni berupa boikot menyeluruh, khususnya terkait hubungan ekonomi dengan Israel.

Dia menambahkan, "Keputusan politik akan membuat para penjahat ini menghentikan genosida di Gaza."

Khaled mempertanyakan keanggotan Israel di PBB. Mereka melanggar semua perjanjian bilateral.

"Kita harus mempertanyakan Israel sebagai anggota PBB hari ini. Kita harus mempertanyakan semua perjanjian bilateral dengan Israel. Kita harus memutus (boikot) semua hubungan ekonomi," tegasnya.

Puji Langkah Spanyol 

Utusan Hamas ini menyambut baik langkah konkret Spanyol yang baru-baru ini menghentikan kerja sama pertahanan dengan Israel.  Khaled menyebut langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan tekanan dan membuka jalan bagi kesepakatan damai.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan